Selasa 08 Feb 2022 20:18 WIB

Boris Johnson Didesak Tarik Tuduhan ke Ketua Partai Oposisi

Ketua Partai Buruh Keir Starmer dinilai gagal menghukum pelaku pelecehan seksual anak

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Britain
Foto: AP Photo/Alastair Grant
Britain

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson didesak tarik klaimnya yang menuduh ketua Partai Buruh Keir Starmer gagal menghukum pelaku pelecehan seksual anak-anak. Pengunjuk rasa antivaksin menggeruduk Starmer.

Johnson memenangkan pemilihan Partai Konservatif pada tahun 2019 lalu dengan selisih suara yang tinggi. Kini ia menghadapi krisis terburuk selama kepemimpinannya setelah didera skandal pesta di Downing Street selama peraturan pembatasan sosial Covid-19.

Baca Juga

Pada 31 Januari lalu Johnson meminta maaf pada parlemen atas pesta-pesta tersebut. Tapi ia menuduh Starmer gagal menghukum bintang televisi yang diduga mencabuli ratusan anak-anak Jimmy Savile, ketika ketua oposisi itu menjabat sebagai Direktur Jaksa Umum (DPP).

Pada Senin (7/2/2022) kemarin Starmer digeruduk pengunjuk rasa antivaksin Covid-19. Sebelum dikawal masuk mobil polisi beberapa demonstran meneriakinya "pengkhianat" dan "kamu melindungi Jimmy Savile?"

Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif Roger Gale mengatakan perlakuan terhadap Starmer menjijikan. "Saya khawatir, ini merupakan hasil dari penggunaan bahasa yang tidak hati-hati di Parlemen," kata Gale, Selasa (8/2/2022).

Gesekan ini dapat merusakan otoritas Johnson untuk membentuk ulang tim Downing Street. Partai-partai oposisi juga menilai ia tidak layak untuk menjabat.

Anggota parlemen dari partai oposisi meminta Johnson meminta maaf atas pernyataan tentang Savile. Savile merupakan bintang televisi dan radio yang tidak pernah dihukum walaupun polisi menggelar sejumlah penyelidikan.

Ia meninggal dunia pada tahun 2011 di usia 84 tahun tanpa pernah diadili. Setelah kematiannya terungkap korbannya ratusan orang, sebagian besar anak-anak. Paling kecil bocah laki-laki berusia 8 tahun.

Pendukung Johnson mengatakan perilaku pengunjuk rasa memang tidak dapat diterima. Tapi terlalu jauh bila menyalahkan perdana menteri atas tindakan mereka.

Brendan Cox, suami anggota parlemen Jo Cox yang tewas dibunuh satu hari sebelum Brexit 2016, mengatakan orang-orang yang menyerang Starmer yang bertanggung jawab. Tapi menyuntikan racun ke politik menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

"Bila anda menyuntikan racun ke politik akan ada serangkaian konsekuensi yang tidak diinginkan," katanya.

"Ketika anda melempar tuduhan seseorang melindungi pedofil atau tidak melawan pedofil, itu akan menciptakan perdebatan yang mendalam dan reaksi emosional yang keras," tambah Brendan.

Pada 3 Februari Johnson mengklarifikasi pernyataannya tentang Starmer. Ia mengatakan tidak bermaksud menyiratkan secara pribadi ketua oposisi itu gagal menghukum salah satu pelaku pelecehan seksual paling produktif di Inggris.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement