Selasa 08 Mar 2022 15:32 WIB

Intelijen Ukraina: Jenderal Rusia Terbunuh di Kharkiv

Vitaly Gerasimov disebut sebagai jenderal kedua yang tewas sepekan terakhir.

Seorang sukarelawan Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina memeriksa kendaraan militer yang rusak di pinggiran Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, Senin, 7 Maret 2022.
Foto: AP Photo/Andrew Marienko
Seorang sukarelawan Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina memeriksa kendaraan militer yang rusak di pinggiran Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, Senin, 7 Maret 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Intelijen Ukraina mengeklaim bahwa seorang Jenderal Rusia tewas dalam pertempuran di Kharkiv. Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov disebut sebagai jenderal kedua yang terbunuh dalam sepekan terakhir.

Seperti dilansir the Guardian, Selasa (8/3/2022), Vitaly Gersimov merupakan kepala staf batalion ke-41 militer Rusia. Menurut keterangan Kementerian Pertahan Ukraina, Mayjen Gerasimov terbunuh di sisi luar kota sebelah timur, Kharkiv, bersama sejumlah petinggi militer lainnya.

Baca Juga

Kemenhan juga menyiarkan informasi yang disebut merupakan pembicaraan antara pejabat FSB Rusia dan petinggi Moskow lainnya terkait kematian tersebut.  Jurnalis investigasi Bellincat mengatakan, kematian itu dikonfrimasi oleh sumber Rusia. Belum ada konfirmasi resmi dari Rusia terkait klaim tersebut.

Pengiriman senjata

Sementara itu, pengiriman senjata terus dilakukan AS, NATO, dan sekutu buat pasukan Ukraina yang tengah bertempur melawan Rusia. New York Times, Ahad (7/3/2022), melaporkan, lebih dari 17 ribu senjata antitank, serta misil Javelin telah dikirimkan buat Ukraina.

AS dan sekutu mengirimkan senjata-senjata itu ke perbatasan Polandia dan Rumania serta menurunkannya dari kargo militer. Selanjutnya, senjata tersebut dikirim melalui jalur darat. Sejauh ini, tulis Times, Rusia belum menargetkan jalur suplai senjata tersebut.

Namun bantuan yang dikirimkan tidak hanya senjata. Menurut seorang pejabat AS, Komando Siber Amerika Serikat juga turun tangan ke Eropa Timur untuk melawan serangan siber Rusia.

Di Washington dan Jerman, intelijen AS juga mengirimkan foto satelit dan cegatan elektronik yang diperoleh dari militer Rusia ke militer Ukraina. Dengan demikian, pasukan Ukraina mengetahui gerak-gerak tentara Rusia.

Sebelumnya Kepala Gabung Angkatan Bersenjata AS Jenderal Mark Milley dilaporkan turun langsung memasok senjata-senjata tersebut. Pejabat Kementerian Pertahanan AS, seperti dilansir CNN, beberapa waktu lalu mengatakan, Milley berangkat pekan lalu ke sebuah lokasi pangkalan rahasia dekat perbatasan Ukraina di Eropa Timur. Saat berada di pangkalan tersebut, Milley bertemu dengan personel dan pasukan untuk memeriksa pengepakan senjata

Lokasi ini menjadi salah satu pusat aktivitas dalam beberapa hari terakhir. Dari hanya beberapa penerbangan, kini sampai ke batas maksimum 17. Lokasi bandara masih dirahasiakan untuk melindungi pengiriman senjata, termasuk senjata antimisil ke Ukraina.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement