Kamis 07 Apr 2022 14:39 WIB

AS Yakin Ukraina akan Menang dari Rusia

Meski demikian, sejumlah pejabat membeberkan risiko perang berlarut-larut.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Sebuah gedung apartemen yang rusak berat menyusul serangan Rusia di pusat Borodyanka, Ukraina, Rabu, 6 April 2022. Pentagon mengatakan asesmen mereka menunjukkan Ukraina dapat memenangkan perang melawan Rusia.
Foto: AP/Efrem Lukatsky
Sebuah gedung apartemen yang rusak berat menyusul serangan Rusia di pusat Borodyanka, Ukraina, Rabu, 6 April 2022. Pentagon mengatakan asesmen mereka menunjukkan Ukraina dapat memenangkan perang melawan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon mengatakan asesmen mereka menunjukkan Ukraina dapat memenangkan perang melawan Rusia. Walaupun sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) berbicara tentang risiko perang berlarut-larut.

"Tentu mereka dapat memenangkan perang," kata juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby dalam konferensi pers, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga

"Buktinya jelas terdapat dalam hasil yang anda lihat setiap hari, jelas mereka bisa menang," tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan Kiev mengatakan kuburan massal yang digali di sebuah gereja di kota itu berisi sekitar 150 hingga 300 jenazah. Rusia mengatakan invasi yang mereka sebut "operasi militer khusus" dirancang untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.

Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat membantahnya sebagai alasan untuk menggelar invasi. Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan Rusia siap menggelar serangan penuh untuk menguasai wilayah-wilayah bagian timur Ukraina yang memisahkan diri, Donetsk dan Luhansk.

Moskow juga melanjutkan kepungan di Kota Mariupol di mana puluhan ribu warga sipil masih terjebak di dalamnya. Pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka tidak dapat membantu masyarakat melakukan evakuasi atau mengirimkan bantuan kemanusian ke medan pertempuran di sebelah timur Kota Izyum.

Karena kota itu masih dikuasai Rusia sementara pertempuran di semakin buruk. Banyak masyarakat di Kota Derhachi sebelah utara Kharkiv yang terletak dekat perbatasan Rusia, memutuskan untuk pergi.

Gedung-gedungnya sudah hancur dihantam arteleri Rusia. Kharkiv sendiri hancur oleh serangan udara dan roket sejak awal invasi. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement