Jumat 15 Apr 2022 08:06 WIB

Inggris: Ancaman Rusia terhadap Negara Baltik Bukan Hal Baru

Inggris sebut Swedia dan Finlandia bebas memilih masa depan di NATO atau bukan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Indira Rezkisari
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan, ancaman Rusia terhadap negara-negara Nordik dan Baltik bukanlah hal baru dan hanya memperkuat persatuan.
Foto: AP/Jessica Taylor/UK Parliament
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan, ancaman Rusia terhadap negara-negara Nordik dan Baltik bukanlah hal baru dan hanya memperkuat persatuan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan, negaranya akan mendukung apa pun keputusan Swedia dan Finlandia soal kemungkinan mereka bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal itu disampaikan setelah Rusia memperingatkan bahwa jika kedua negara itu bergabung, status bebas nuklir di kawasan Baltik tidak dapat lagi dibahas.

“Ancaman Rusia terhadap negara-negara Nordik dan Baltik bukanlah hal baru dan hanya memperkuat persatuan kita. Swedia dan Finlandia bebas memilih masa depan mereka tanpa adanya campur tangan. Inggris akan mendukung apa pun yang mereka putuskan,” kata Truss lewat akun Twitter pribadinya, dikutip Jumat (15/4/2022).

Baca Juga

Sebelumnya, di hari yang sama, Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan NATO tentang potensi keanggotaan Swedia dan Finlandia dalam aliansi tersebut. Menurutnya, jika kedua negara itu bergabung dengan NATO, Rusia harus meningkatkan pertahanannya dan tidak akan ada lagi pembicaraan tentang kawasan Baltik yang bebas nuklir.

“Tidak ada lagi pembicaraan tentang status bebas nuklir untuk Baltik, keseimbangan harus dipulihkan. Sampai hari ini Rusia belum mengambil tindakan seperti itu dan tidak akan melakukanya,” kata Medvedev.

Medvedev menjelaskan, berbeda dengan Ukraina, Rusia tidak memiliki sengketa teritorial dengan negara-negara Baltik. “Oleh karena itu, harga keanggotaan semacam itu berbeda bagi kami,” ujarnya, menyiratkan bahwa masuknya Ukraina ke NATO dapat menyebabkan konflik langsung antara Rusia dan aliansi tersebut jika Kiev berusaha merebut kembali Krimea.

Ia mengklaim, saat ini opini publik di Finlandia dan Swedia masih terpecah atas wacana kedua negara bergabung dengan NATO. Medvedev menilai, bergabungnya Swedia dan Finlandia ke NATO akan membuat dunia lebih berbahaya. Dia menekankan, Rusia tidak ingin meningkatkan ketegangan di perbatasan. “Mari berharap bahwa pikiran tetangga utara kami masih akan menang,” ucapnya.

Awal pekan ini, surat kabar Inggris, Times, melaporkan bahwa Swedia dan Finlandia berniat bergabung dengan NATO musim panas ini. Informasi itu diperoleh Times dari sejumlah sumber

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement