Selasa 19 Apr 2022 06:20 WIB

Ukraina Kian Dekati Pintu Keanggotaan Uni Eropa

Ukraina bisa memperoleh status kandidat dalam beberapa pekan mendatang.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih
Bendera Uni Eropa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah secara resmi menyerahkan kuesioner lengkap tentang keanggotaan di Uni Eropa
Foto: Anadolu Agency
Bendera Uni Eropa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah secara resmi menyerahkan kuesioner lengkap tentang keanggotaan di Uni Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah secara resmi menyerahkan kuesioner lengkap tentang keanggotaan di Uni Eropa kepada utusan perhimpunan Benua Biru, Senin (18/4/2022). Dia mengatakan, Ukraina bisa memperoleh status kandidat dalam beberapa pekan mendatang.

Menurut keterangan yang dirilis kantor Kepresidenan Ukraina, berkas kuesioner itu diserahkan Zelensky kepada Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Ukraina Matti Maasikas. “Hari ini adalah salah satu tahapan bagi negara kami untuk bergabung dengan Uni Eropa, aspirasi yang diusahakan dan diperjuangkan rakyat kami,” kata Zelensky.

Baca Juga

Zelensky yakin, Ukraina akan mendapatkan dukungan dan menjadi kandidat untuk aksesi. “Setelah itu, berikutnya, tahap final akan dimulai. Kami yakin prosedur ini bakal berlangsung dalam beberapa pekan mendatang dan itu akan positif bagi sejarah rakyat kami, mengingat harga yang harus dibayar di jalan menuju kemerdekaan serta demokrasi,” ucapnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerahkan kuesioner keanggotaan Uni Eropa kepada Zelensky saat dia berkunjung ke Kiev pada 8 April lalu. Von der Leyen menekankan, Ukraina termasuk dalam keluarga Eropa. “Hari ini Ukraina mengambil langkah penting lainnya menuju keanggotaan Uni Eropa. Kami akan mempercepat proses ini sebanyak yang kami bisa, sambil memastikan bahwa semua persyaratan dihormati,” ujar von der Leyen kala itu.

Pada 28 Februari lalu, Zelensky telah resmi menandatangani aplikasi keanggotaan Ukraina ke Uni Eropa. Proses itu berlangsung saat Ukraina masih menghadapi serangan militer Rusia.

 

sumber : reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement