Kamis 19 May 2022 21:21 WIB

Israel tak akan Selidiki Pembunuhan Jurnalis Abu Akleh

Israel tidak akan membuka penyelidikan atas pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
Polisi Israel menyerang pelayat saat mereka membawa peti jenazah jurnalis veteran Aljazirah yang terbunuh Shireen Abu Akleh selama pemakamannya di Yerusalem timur, Jumat, 13 Mei 2022.
Foto: AP Photo/Maya Levin
Polisi Israel menyerang pelayat saat mereka membawa peti jenazah jurnalis veteran Aljazirah yang terbunuh Shireen Abu Akleh selama pemakamannya di Yerusalem timur, Jumat, 13 Mei 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM - Polisi Militer dengan Pasukan Pertahanan Israel tidak akan membuka penyelidikan atas pembunuhan jurnalis Aljazirah, Shireen Abu Akleh (51 tahun). Penyelidikan dinilai dapat menimbulkan oposisi di dalam masyarakat Israel.

"Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer percaya bahwa penyelidikan yang memperlakukan tentara Israel sebagai tersangka akan menimbulkan oposisi di dalam masyarakat Israel," kata laporan Haaretz seperti dilansir laman Middle East Monitor, Kamis (19/5/2022).

Sebagai tanggapan, keluarga Abu Akleh mengatakan bahwa mereka telah mengantisipasi hal ini. Keluarga mengulangi seruan mereka untuk penyelidikan transparan atas penembakan Abu Akleh.

"Kami akan menduga ini dari Israel. Itu sebabnya kami tidak ingin mereka berpartisipasi dalam penyelidikan," kata keluarga itu kepada Aljazirah.

"Kami ingin meminta pertanggungjawaban siapa pun yang bertanggung jawab atas tindakan ini. Kami mendesak Amerika Serikat khususnya karena dia adalah warga negara AS dan komunitas internasional untuk membuka penyelidikan yang adil dan transparan serta mengakhiri pembunuhan," ujar keluarga Akleh menambahkan.

Keluarga telah diyakinkan oleh pemerintah AS bahwa pembunuhan Abu Akleh akan diselidiki. Menurut Haaretz, tidak ada kecurigaan penembakan itu sebagai tindakan kriminal.

Ketika ditanya, para tentara mengeklaim bahwa mereka mengira mereka menembaki seorang pejuang Palestina, meskipun saksi dan wartawan Aljazirah melaporkan bahwa tidak ada penembakan di sekitar Abu Akleh.

Wartawan itu juga mengenakan jaket antipeluru yang ditandai dengan jelas sebagai "PRESS" dan mengenakan helm ketika dia dibunuh pada 11 Mei saat dia meliput penyerbuan tentara pendudukan ke kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki Rabu (11/5/2022) lalu. Kematiannya dan kebrutalan polisi Israel terhadap pelayat di pemakamannya telah memicu kemarahan internasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement