Rabu 15 Jun 2022 10:29 WIB

Banjir Yellowstone Paksa 10 Ribu Pengunjung Pergi

Lebih dari 10 ribu pengunjung diperintahkan keluar dari Taman Nasional Yellowstone

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Lebih dari 10 ribu pengunjung diperintahkan keluar dari Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat (AS) karena banjir
Foto: lonely planet
Lebih dari 10 ribu pengunjung diperintahkan keluar dari Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat (AS) karena banjir

REPUBLIKA.CO.ID, RED LODGE -- Lebih dari 10 ribu pengunjung diperintahkan keluar dari Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat (AS), Selasa (14/6/2022). Banjir yang belum pernah terjadi melanda bagian utara taman nasional tertua di negara itu.

Satu-satunya pengunjung yang tersisa di taman besar yang membentang di Negara Bagian Wyoming, Montana dan Idaho, itu adalah selusin pekemah yang masih berjalan keluar dari pedalaman. Inspektur Cam Sholly menyatakan, para wisatawan yang tetap berada di taman telah dihubungi. Awak sudah siap untuk mengevakuasi mereka dengan helikopter, tetapi itu belum diperlukan.

Taman nasional yang merayakan ulang tahun ke-150 tahun ini akan tetap ditutup selama seminggu dan pintu masuk utara mungkin tidak dibuka kembali musim panas ini. Sholly mengatakan tidak percaya taman itu pernah ditutup karena banjir.

"Air masih deras,” kata Sholly yang mencatat cuaca lebih basah akhir pekan ini dapat menyebabkan banjir tambahan.

Ketinggian air Yellowstone River mencapai tingkat bersejarah setelah berhari-hari hujan dan pencairan salju yang cepat. Kondisi ini menimbulkan malapetaka di bagian selatan Montana dan Wyoming utara dengan banjir menghanyutkan kabin, membanjiri kota-kota kecil, dan mematikan listrik.

Limpahan air tersebut menghantam taman nasional ini tepat ketika musim turis di musim panas yang menarik jutaan pengunjung. Alih-alih mengagumi rusa besar dan bison, kolam air panas yang menggelegak, dan ledakan geyser Old Faithful, wisatawan mendapati diri menyaksikan alam yang paling tidak terduga saat sungai Yellowstone River meluap dalam semburan cokelat yang menghanyutkan semua yang dilaluinya.

"Ini adalah sungai paling menakutkan yang pernah ada. Apa pun yang jatuh ke sungai itu hilang," kata Kate Gomez dari Santa Fe, New Mexico, Selasa (14/6/2022).

Perairan baru mulai surut pada Selasa dan tingkat kehancuran total mungkin tidak diketahui untuk sementara waktu. Kehancuran akibat banjir ini diharapkan tidak mempengaruhi satwa liar yang ada di dalam taman nasional.

Meskipun banjir tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan perubahan iklim, itu terjadi saat Midwest and East Coast menghadapi gelombang panas dan bagian lain dari West terbakar dari awal musim kebakaran di tengah kekeringan terus-menerus. Asap dari kebakaran di pegunungan Flagstaff, Arizona, terlihat di Colorado.

Spesialis iklim di University of Alaska Fairbanks Rick Thoman mengatakan, lingkungan yang memanas membuat peristiwa cuaca ekstrem lebih mungkin terjadi daripada tanpa pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. "Apakah Yellowstone akan mengulanginya dalam lima atau bahkan 50 tahun? Mungkin tidak, tetapi di suatu tempat akan ada yang setara atau bahkan lebih ekstrim,” katanya.

sumber : AP
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi