Sabtu 18 Jun 2022 10:35 WIB

Banjir Landa Bangladesh, Ratusan Ribu Orang Mengungsi

Banjir ini memutus aliran listrik karena ribuan rumah terendam.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah
Banjir Landa Bangladesh, Ratusan Ribu Orang Mengungsi
Foto: Thedailystar
Banjir Landa Bangladesh, Ratusan Ribu Orang Mengungsi

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Hujan monsun lebat di wilayah timur laut dan utara Bangladesh telah membuat ratusan ribu orang mengungsi. Pihak berwenang mengerahkan tentara militer untuk evakuasi dan melakukan bantuan, Sabtu (18/6/2022).

Kantor Hubungan Masyarakat Antardinas Militer mengatakan di situsnya, tentara telah dikerahkan saat banjir telah menghancurkan distrik timur laut Sunamganj dan Sylhet. Banjir ini memutus aliran listrik karena ribuan rumah terendam.

Baca Juga

Sekitar sembilan orang meninggal dunia di seluruh negara pada Jumat (17/6/2022). Kantor berita United News of Bangladesh melaporkan, korban jiwa berjatuhan usai petir menyambar di tengah hujan.

Pusat Prakiraan dan Peringatan Banjir pemerintah di Dhaka, ibu kota negara, mengatakan pada Jumat, air di semua sungai besar di seluruh negeri meningkat. Negara ini memiliki sekitar 130 sungai.

Lembaga tersebut mengatakan, situasi banjir kemungkinan akan memburuk selama 24 jam ke depan di distrik Sunamganj. Sungai Sylhet yang paling parah dilanda di wilayah timur laut, serta di distrik Lalmonirhat, Kurigram, Nilphamari dan Rangpur di Bangladesh utara.

Manajer di Bandara Internasional Osmani di Sylhet Hafiz Ahmed mengatakan operasi penerbangan di bandara telah ditangguhkan selama tiga hari karena air banjir hampir mencapai landasan. Bulan lalu, banjir bandang pra-musim yang dipicu oleh aliran air dari negara bagian timur laut India hulu melanda wilayah utara dan timur laut Bangladesh. P

Peristiwa ini menghancurkan tanaman dan merusak rumah dan jaringan jalan secara luas.  Negara ini pun baru pulih dari keterkejutan itu, tetapi karena musim hujan tahun ini baru saja terjadi beberapa hari yang lalu, hujan segar kembali membanjiri wilayah yang sama.

Negara berpenduduk 160 juta orang ini berada di dataran rendah dan menghadapi ancaman bencana alam terkait perubahan iklim seperti banjir dan angin topan. Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB, sekitar 17 persen orang di Bangladesh perlu direlokasi selama dekade berikutnya atau lebih jika pemanasan global terus berlanjut pada tingkat saat ini.

https://apnews.com/article/climate-floods-and-environment-bangladesh-evacuations-6ac8aeb2585be99dacf4bb3d97e47ad3

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement