Rabu 29 Jun 2022 06:29 WIB

Sejarah Hari Ini: Argentina Punya Presiden Perempuan Pertama

Maria Peron menggantikan suaminya yang membutuhkan perhatian medis 24 jam.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
bendera argentina. Pada 29 Juni 1974, Maria Estela Isabel Martinez de Peron dilantik sebagai pemimpin sementara Republik Argentina. Ia menjadi presiden perempuan pertama Argentina meski hanya menggantikan suaminya, Presiden Juan Peron.
Foto: www.mytripolog.com
bendera argentina. Pada 29 Juni 1974, Maria Estela Isabel Martinez de Peron dilantik sebagai pemimpin sementara Republik Argentina. Ia menjadi presiden perempuan pertama Argentina meski hanya menggantikan suaminya, Presiden Juan Peron.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Pada 29 Juni 1974, Maria Estela Isabel Martinez de Peron dilantik sebagai pemimpin sementara Republik Argentina. Ia menjadi presiden perempuan pertama Argentina meski hanya menggantikan suaminya, Presiden Juan Peron.

Presiden Juan Peron mendelegasikan tanggung jawab kepada istrinya setelah dokter mengatakan dia membutuhkan perhatian medis 24 jam dan istirahat. Maria Estela Peron, seorang mantan penari kabaret, saat iru menjadi presiden wanita pertama Argentina dan pada usia 43 tahun merupakan kepala negara Amerika Latin termuda.

Baca Juga

Suaminya yang berusia 78 tahun tidak terlihat di depan umum selama dua pekan. Ia dilaporkan sakit parah menderita bronkitis dan influenza.

"Suami saya sadar bahwa keadaan kesehatan mencegahnya untuk secara langsung menghadiri urusan pemerintah sampai pemulihannya," kata Perin seperti dilansir laman BBC History, Rabu (29/6/2022).

Maria Estela Peron, yang dikenal publik Argentina sebagai 'Isabelita', adalah istri ketiga Juan Peron dan menjadi wakil presiden setelah dia kembali berkuasa pada September 1973. Pasangan itu bertemu di sebuah klub malam di Panama selama tahun-tahun pengasingan Juan Peron setelah digulingkan dari kekuasaan dalam kudeta militer pada 1955.

Kelompok kekuatan utama Argentina, termasuk angkatan bersenjata dan serikat pekerja, diketahui telah menjanjikan dukungan kepada Maria Estela Peron. Tetapi para ahli regional mengatakan Isabelita akan mewarisi ekonomi yang lemah di negara yang menderita kekerasan politik dan kerusuhan sipil.

Juan Peron meninggal pada 1 Juli 1974. Dia telah membantu memulihkan stabilitas di Argentina setelah memenangkan pemilihan presiden dengan telak sekembalinya dari pengasingan.

Kepresidenan Isabel Peron berlangsung hingga 1976 ketika dia digulingkan oleh junta militer yang dipimpin oleh Jorge Rafael Videla. Selama masa jabatannya, negara itu dilanda pemogokan buruh dan kekerasan politik termasuk ratusan pembunuhan politik.

Isabelita gagal merebut hati publik Argentina.  Dia hidup dalam bayang-bayang Eva Peron, istri kedua Juan Peron. 'Evita' dipuja oleh mayoritas orang Argentina tetapi dia tidak pernah menjadi presiden dan meninggal karena kanker pada 1952.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement