Sabtu 27 Aug 2022 13:25 WIB

Media dan Lembaga Kemanusia: Tigray Dihantam Serangan Udara

Serangan terjadi usai pemberontak dan pasukan pemerintah kembali berperang.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Tentara pemerintah Ethiopia naik di belakang truk di jalan dekat Agula, utara Mekele, di wilayah Tigray di Ethiopia utara pada Sabtu, 8 Mei 2021. Perdana Menteri Abiy Ahmed telah pergi ke medan perang untuk memimpin pasukan militer negaranya , pemerintahnya mengumumkan Rabu, 24 November 2021.
Foto: AP/Ben Curtis
Tentara pemerintah Ethiopia naik di belakang truk di jalan dekat Agula, utara Mekele, di wilayah Tigray di Ethiopia utara pada Sabtu, 8 Mei 2021. Perdana Menteri Abiy Ahmed telah pergi ke medan perang untuk memimpin pasukan militer negaranya , pemerintahnya mengumumkan Rabu, 24 November 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Media lokal yang dikendalikan pemberontak melaporkan sebuah serangan udara menghantam Mekelle, Ibukota Wilayah Tigray, Ethiopia. Pemberontak menyalahkan pemerintah pusat Ethiopia.

Tigrai Television menunjukkan rekaman gedung-gedung rusak dan orang-orang yang tampaknya terluka berbaring di lantai saat dirawat personel medis. Organisasi kemanusiaan mengkonfirmasi stafnya di Mekelle mendengar suara ledakan dan tembakan anti-pesawat.

Baca Juga

Kelompok kemanusiaan kedua yang berada di Mekelle juga mengkonfirmasi suara ledakan dari serangan udara tersebut. Sebelumnya pemerintah Ethiopia sudah meminta warga Tigray menjauh dari fasilita militer dan tempat latihanya.

"(Pemerintah hendak) mengambil tindakan pada pasukan target pasukan militer," kata pemerintah Ethiopia, Jumat (26/8/2022).

Juru bicara pemerintah Legesse Tulu tidak merespons permintaan komentar tentara serangan udara itu. Serangan ini terjadi beberapa hari setelah pasukan pemerintah Ethiopia dan pemberontak Tigray kembali berperang di perbatasan antara wilayah Tigray dan Amhara.

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas gagalnya gencatan senjata yang berlangsung selama empat bulan antara pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed dan Tigray People's Liberation Front (TPLF), pemberontak di wilayah Tigray. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement