Selasa 30 Aug 2022 18:02 WIB

Iran Tutup Perbatasannya dengan Irak

Warga Iran diminta tidak melakukan perjalanan ke Arbain.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Menteri Luar Negeri Irak Fouad Hussein, kanan, berbicara selama pertemuan dengan timpalannya dari Iran Hossein Amirabdollahian, kiri, di Teheran, Iran, Senin, 29 Agustus 2022.
Foto:

Setelah menarik semua anggota partainya dari parlemen, para pendukung al-Sadr menyerbu zona pemerintah pusat Baghdad. Sejak momen tersebut, mereka menduduki gedung parlemen. Proses pemilihan presiden dan perdana menteri baru pun terhenti. Selama 10 bulan terakhir, tak ada pemerintahan terpilih di Irak.

Saat ini al-Sadr menuntut pembubaran parlemen dan penyelenggaraan pemilu dini. Dia mengatakan, tak ada politisi yang telah berkuasa sejak invasi Amerika Serikat (AS) tahun 2003 dapat memperoleh atau memegang jabatan. Sekutu al-Sadr, yakni Mustafa al-Kadhimi, masih tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara.

Setelah al-Sadr mengumumkan menarik diri dari kegiatan politik, ratusan pendukungnya menyerbu istana pemerintah. Mereka merobohkan penghalang semen di luar istana dengan menggunakan tali. Setelah itu, mereka menerobos gerbang istana. Para simpatisan al-Sadr pun terlibat bentrok dengan pasukan keamanan.

Bentrokan antara para pendukung al-Sadr dan pasukan keamanan juga terjadi di dalam Zona Hijau atau Green Zone yang dijaga ketat pada Senin malam. Zona Hijau merupakan pusat pemerintahan Irak sekaligus tempat gedung kedutaan-kedutaan asing berada. Menurut beberapa pejabat, saat bentrokan berlangsung, terdengar beberapa kali ledakan mortir.

Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) turut terlibat dalam menghadapi massa pendukung al-Sadr di Zona Hijau Baghdad. PMF adalah kelompok payung yang terdiri dari kelompok-kelompok paramiliter yang disetujui negara. Pejabat medis mengungkapkan, puluhan pengunjuk rasa terluka akibat tembakan dan gas air mata. Sejauh ini setidaknya 20 orang sudah dilaporkan tewas dalam bentrokan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement