Rabu 21 Sep 2022 19:35 WIB

China Klaim Sebagian Besar Rakyat Taiwan Tolak Ide Kemerdekaan

Hasil survei sebut dua pertiga responden memandang China tidak ramah pada Taiwan

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
 Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Berita Xinhua China ini, seorang anggota Tentara Pembebasan Rakyat melihat melalui teropong selama latihan militer saat fregat Taiwan Lan Yang terlihat di belakang, pada hari Jumat, 5 Agustus 2022. China mengadakan latihan di perairan sekitar Taiwan di menanggapi kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi baru-baru ini.
Foto:

Dalam sebuah wawancara untuk program “CBS 60 Minutes” yang disiarkan pada Ahad (18/9/2022) lalu, Biden mengatakan, pasukan AS siap membantu dan mendukung Taiwan jika China melancarkan serangan ke pulau tersebut. “Ya, jika sebenarnya, ada serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Biden saat ditanya apakah pasukan AS akan membantu Taiwan mempertahankan wilayahnya yang diklaim China.

Pada 2-3 Agustus lalu, Ketua House of Representatives AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan. Saat bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, Pelosi menegaskan dukungan Washington terhadap Taipei. Lawatan Pelosi tersebut memicu kemarahan China.

Menanggapi kunjungan Pelosi, Beijing menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan pada 4-7 Agustus lalu. Dalam latihan itu, China mengerahkan seluruh armadanya, yakni udara, darat, dan laut. Beijing bahkan menguji peluncuran rudal balistik. Latihan tersebut tak pelak memanaskan tensi di Selat Taiwan.

China diketahui mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun Taiwan berulang kali menyatakan bahwa ia adalah negara merdeka dengan nama Republik China. Taiwan selalu menyebut bahwa Beijing tidak pernah memerintahnya dan tak berhak berbicara atas namanya. Situasi itu membuat hubungan kedua belah pihak dibekap ketegangan dan berpeluang memicu konfrontasi.

AS, walaupun tak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan karena tunduk pada kebijakan "Satu China", tetap mendukung Taipei dalam menghadapi ancaman Negeri Tirai Bambu. Isu Taiwan menjadi salah satu faktor yang meruncingkan hubungan Beijing dengan Washington.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement