Rabu 28 Sep 2022 09:51 WIB

Vietnam Turunkan Badai Noru Jadi Siklon Tropis

Masyarakat diminta tetap waspada mengingat masih ada risiko banjir dan longsor.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
 Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Angkatan Udara Filipina (PAF) menunjukkan bidikan udara dari sebuah desa yang terendam banjir di provinsi Nueva Ecija, Filipina 26 September 2022. Pemerintah Vietnam menurunkan Badai Noru menjadi siklon tropis tapi meminta masyarakat tetap waspada.
Foto: EPA-EFE/HANDOUT
Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Angkatan Udara Filipina (PAF) menunjukkan bidikan udara dari sebuah desa yang terendam banjir di provinsi Nueva Ecija, Filipina 26 September 2022. Pemerintah Vietnam menurunkan Badai Noru menjadi siklon tropis tapi meminta masyarakat tetap waspada.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Pemerintah Vietnam menurunkan Badai Noru menjadi siklon tropis tapi meminta masyarakat tetap waspada. Sebab risiko banjir bandang dan longsor yang dipicu hujan lebat masih ada.

Badan cuaca Vietnam mengatakan badai itu mendarat dengan kecepatan 117 kilometer per jam di Provinsi Quang Nam yang mencakup kota historis Hoi An dan pantai Danang.

Baca Juga

"Saya tidak tahu bila atap saya sudah runtuh atau belum, angin begitu kencang," kata Le Thie Buoi di tempat pengungsian di Kota Tam Ky melalui sambungan telepon, Rabu (28/9/2022).

"Anda bisa mendengar suara raungan di dalam tempat pengungsian ini," kata perempuan berusia 70 tahun itu.

Belum ada laporan korban jiwa atau luka tapi foto yang diunggah fotografer lokal di media sosial dan foto media pemerintah menunjukkan pohon-pohon tumbang dan longsor menghalangi jalan.

Noru merupakan badai terkuat yang menghantam Filipina tahun ini. Delapan orang tewas akibat tanah longsor pada Ahad (25/9/2022) lama, banjir menggenangi ladang, pemukiman dan merusak panen.

Vietnam juga rentan pada badai destruktif dan banjir karena garis pantai yang panjang. Data resmi menunjukkan tahun lalu bencana alam yang kebanyakan banjir dan longsor akibat badai menewaskan 139 orang dan melukai 150 lainnya. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement