Selasa 01 Nov 2022 18:20 WIB

Korsel Berjanji Ambil Sikap Tegas dalam Insiden Malam Halloween

Total korban tewas dalam insiden di malam Halloween di Seoul menjadi 156 orang.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menempatkan bunga untuk memberi penghormatan kepada korban kecelakaan maut setelah perayaan Halloween Sabtu malam di sebuah jalan dekat tempat kejadian di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 1 November 2022.
Foto: AP Photo/Ahn Young-joon
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menempatkan bunga untuk memberi penghormatan kepada korban kecelakaan maut setelah perayaan Halloween Sabtu malam di sebuah jalan dekat tempat kejadian di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 1 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) berusaha memenangkan amarah masyarakat atas insiden malam Halloween yang menewaskan 150 orang lebih. Seoul menjanjikan penyelidikan yang cepat dan intensif dan mendorong langkah preventif yang lebih tegas untuk mencegah bencana serupa.

Total korban tewas dalam insiden berdesak-desakan di malam Halloween di Seoul menjadi 156 orang dan korban luka 151 orang, sebanyak 29 diantaranya dalam kondisi kritis. Sekitar 26 korban tewas merupakan warga negara asing dari 14 negara.

Baca Juga

Puluhan ribu orang yang kebanyakan remaja dan dewasa muda berdesak-desakan di sebuah jalanan sempit di distrik Itaewon yang populer. Mereka merayakan pesta Halloween pertama dalam tiga tahun.

Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min yang merupakan pejabat keamanan domestik tertinggi di Korsel menyampaikan permohonan maaf. Ia berjanji untuk mencari tahu penyebab peristiwa itu dan mencegah peristiwa yang sama terulang.

"Sebagai menteri yang mengawasi keselamatan publik, saya menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini," kata Lee, Selasa (1/11/2022).

Dalam pidato yang disampaikan di Kongres ia menambahkan pemerintah "memiliki tanggung jawab tak terbatas pada keselamatan rakyat". Ia dikritik usai mengatakan mengerahkan lebih banyak polisi tidak akan mencegah bencana di Itaewon terjadi.

Komisioner Kepolisian Nasional Korsel Jenderal Yoon Hee Keun mengakui pengendalian massa saat peristiwa terjadi "tidak cukup." Ia mencatat malam itu polisi menerima beberapa laporan yang memperingatkan potensi bencana di Itaewon.  

"Polisi akan menggelar penyelidikan dan inspeksi yang cepat dan sangat intensif pada semua aspek tanpa terkecuali untuk menjelaskan kebenaran kejadian ini," kata Yoon.

Perdana Menteri Han Duck-soo juga mengatakan akan menggelar penyelidikan yang mencakup apakah lembaga-lembaga pemerintah tidak menanggapi dengan tepat laporan sebelum insiden terjadi. Ia menyalahkan tindakan yang tidak cukup dalam mengendalikan massa.

Presiden Yoon Suk-yeol menetapkan masa berkabung nasional selama satu pekan. Ia mengatakan terlalu banyak bencana keselamatan yang terjadi di Korsel. Ia mengatakan respon sangat penting, termasuk pengendalian massa.

"Kami harus mengambil tindakan keselamatan yang konkrit untuk mengelola massa, tidak hanya di jalan-jalan di mana bencana masif terjadi tapi juga di tempat lain seperti stadion dan venue konser di mana massa berkumpul," katanya dalam rapat kabinet.

Semua korban telah diidentifikasi dan altar pemakaman telah di pasang di alun-alun kota Seoul dan distrik Itaewon. Di sana masyarakat memberikan penghormatan terakhir untuk para korban.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement