Rabu 02 Nov 2022 15:38 WIB

Kepala Polisi Korsel Membungkuk Minta Maaf Atas Tragedi Itaewon

Polisi mengakui responsnya dalam menangani tragedi Itaewon tidak memadai.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Seorang biksu Buddha berdoa untuk para korban kecelakaan maut selama perayaan Halloween Sabtu malam, di area penanaman bunga darurat yang didirikan di dekat lokasi kecelakaan di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 2 November 2022. Pejabat Korea Selatan mengaku bertanggung jawab dan meminta maaf pada hari Selasa atas kegagalan dalam mencegah dan menanggapi gelombang kerumunan Halloween yang menewaskan lebih dari 150 orang dan membuat warga terkejut dan marah.
Foto: AP Photo/Ahn Young-joon
Seorang biksu Buddha berdoa untuk para korban kecelakaan maut selama perayaan Halloween Sabtu malam, di area penanaman bunga darurat yang didirikan di dekat lokasi kecelakaan di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 2 November 2022. Pejabat Korea Selatan mengaku bertanggung jawab dan meminta maaf pada hari Selasa atas kegagalan dalam mencegah dan menanggapi gelombang kerumunan Halloween yang menewaskan lebih dari 150 orang dan membuat warga terkejut dan marah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Kepala kepolisian Korea Selatan (Korsel) Yoon Hee-keung mengakui kesalahan instansinya yang lambat bertindak dalam tragedi Itaewon. Ia menyatakan permohonan maaf atas tragedi yang merenggut 156 nyawa.

Di hadapan wartawan pada Selasa (1/11/2022), Yoon membukuk dan menyatakan diri bertanggung jawab atas tragedi paling mematikan sejak delapan tahun bagi Korsel. Yoon mengakui bahwa respons pihaknya dalam menangani tragedi Halloween di Itaewon tidak memadai.

Baca Juga

"Saya berharap pemulihan cepat bagi mereka yang terluka dan saya merasa sangat bertanggung jawab sebagai kepala lembaga pemerintah terkait," kata Yoon dalam konferensi pers dikutip laman Independent, Rabu (2/11/2022).

Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan instansinya akan melakukan yang terbaik untuk mencegah kejadian tragis terulang kembali. "Saya sekali lagi merasakan tanggung jawab tak terbatas untuk keselamatan publik melalui kecelakaan ini," kata Yoon setelah membungkuk di hadapan wartawan dikutip laman CBS News.

Yoon mengatakan ada 112 laporan darurat yang menunjukkan parahnya situasi. Nomor 112 adalah nomor darurat negara. Korban tewas akibat terinjak-injak, yang terjadi pada Sabtu, naik menjadi 156. Sedikitnya 151 terluka, 29 diantaranya dalam kondisi serius.

Pejabat lain, termasuk wali kota Seoul dan menteri dalam negeri Korsel juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Wali kota Seoul Oh Se-hoon meneteskan air mata selama konferensi pers.

"Ketika saya mencoba menghibur seseorang dengan seorang anak perempuan yang dirawat di National Medical Center kemarin, mereka mengatakan bahwa anak perempuan mereka akan selamat, dan mereka percaya begitu," katanya. "Saya mendengar dia meninggal pagi ini. Saya minta maaf karena permintaan maaf saya datang terlambat," imbuhnya.

Pada pertemuan Majelis Nasional, Menteri Dalam Negeri Korsel Lee Sang-min juga mengungkapkan permohonan maaf kepada rakyat atas tragedi Itaewon. "Sangat menyedihkan bagi saya sebagai seorang ayah yang memiliki putra dan putri. Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa tidak nyatanya situasi ini, dan sulit untuk menerima situasi ini," katanya.

"Saya sangat meminta maaf kepada orang-orang bahwa kecelakaan baru-baru ini terjadi meskipun negara memikul tanggung jawab tak terbatas untuk keselamatan rakyat," tambah Lee.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement