Rabu 30 Nov 2022 16:16 WIB

AS: Rusia Tembakan Rudal Jelajah Tanpa Peledak ke Ukraina

Tembakan itu bertujuan untuk menghabisi pertahanan udara Ukraina.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Foto ini menunjukkan pusat kota saat pemadaman listrik setelah serangan roket Rusia di Kyiv, Ukraina, Rabu, 23 November 2022. Perwira senior militer Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia menembakan rudal jelajah tanpa peledak yang dirancang membawa hulu ledak nuklir.
Foto: AP Photo/Andrew Kravchenko
Foto ini menunjukkan pusat kota saat pemadaman listrik setelah serangan roket Rusia di Kyiv, Ukraina, Rabu, 23 November 2022. Perwira senior militer Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia menembakan rudal jelajah tanpa peledak yang dirancang membawa hulu ledak nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perwira senior militer Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia menembakan rudal jelajah tanpa peledak yang dirancang membawa hulu ledak nuklir. Tembakan itu bertujuan untuk menghabisi pertahanan udara Ukraina.

Perwira yang menolak disebutkan namanya ditanya tentang asesmen militer Inggris 26 November lalu. Inggris mengatakan Rusia "tampaknya" mencabut hulu ledak nuklir dari rudal jelajah dan menembakkannya tanpa peledak ke Ukraina.

Baca Juga

Perkembangan terbaru intelijen ini mengutip citra sumber terbuka yang menunjukkan puing-puing rudal jelajah yang ditembakan ke Ukraina. Tampaknya rudal itu dirancang pada tahun 1980-an sebagai sistem pengirim nuklir.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan hulu ledak nuklir mungkin digantikan dengan pemberat. Rudal itu tetap menimbulkan kerusakan melalui energi kinetik dan bahan bakar tak terpakai.

"Jelas ini sesuatu yang mereka coba lakukan untuk memitigasi dampak dari sistem pertahanan udara yang Ukraina terapkan," kata seorang perwira militer AS di Pentagon saat ditanya tentang perkembangan ini, Rabu (30/11/2022).

Ini pertama kalinya pejabat AS berbicara mengenai asesmen tersebut.

Pentagon telah mengatakan Rusia meningkatkan serangan rudalnya ke Ukraina. Serangan ini sebagian untuk menghabiskan pasokan pertahanan udara hingga akhirnya mendominasi udara di Ukraina.

Atas alasan itu, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya fokus menyediakan pasokan pertahanan udara untuk Ukraina. Pasokan pertahanan Ukraina berasal dari berbagai era mulai dari zaman Uni Soviet sampai yang lebih modern milik Barat.

Seorang pejabat pertahanan senior AS yang juga tidak bersedia disebutkan namanya mengetahui sistem rudal pertahanan Patriot miliki AS salah satu yang dipertimbangkan untuk membantu Kiev menghadapi rudal-rudal Rusia.

AS sudah menyediakan berbagai sistem pertahanan udara untuk Ukraina. Termasuk sistem pertahanan udara NASAMS serta lebih dari 1.400 sistem anti-pesawat Stinger dan kontra-artileri dan radar pengawas udara.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement