Rabu 30 Nov 2022 16:30 WIB

Dampak Inflasi, Anak Sekolah di Prancis tak Dapat Makanan Penutup

Anak-anak di Prancis tak lagi mendapat makanan penutup di sekolah akibat inflasi

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Anak-anak di Prancis tak lagi mendapat makanan penutup di sekolah akibat inflasi. Ilustrasi.
Foto: EPA-EFE/Guillaume Horcajuelo
Anak-anak di Prancis tak lagi mendapat makanan penutup di sekolah akibat inflasi. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Selama beberapa hari, anak-anak di beberapa kota Prancis wilayah Beziers harus pulang tanpa merasakan makanan penutup di kafetaria. Terkadang mereka juga harus pulang dari sekolah tanpa keju atau makanan pembuka.

Direktur jenderal dewan lokal di kotamadya di Beziers, Agde, Yannick Hivin, mengatakan kepada media Prancis 20Minutes.fr buah pir yang menjadi makanan penutup di menu tidak dikirimkan pada pekan lalu. Pada Senin (28/11/2022) sore, produk susu ikut menghilang dari pengiriman.

Baca Juga

"Ini adalah keputusan sepihak dari pemasok. Anak-anak tidak boleh disandera karena kenaikan harga pangan," ujar Hivin dikutip dari Anadolu Agency.

Orang tua siswa juga kesulitan menerima kondisi menu yang tiba-tiba menipis. "Yang mengganggu saya adalah Anda membayar untuk layanan yang tidak lagi disediakan," kata seorang ibu dari siswa sekolah.

Sedangkan seorang ayah mengatakan anaknya masih kelaparan sepulang sekolah. "Putri saya secara teratur memberi tahu saya bahwa dia sangat lapar," ujarnya.

Manajer umum pemasok kantin SHCB Thierry Pompanon mengatakan kepada media France Bleue pada pekan lalu bahwa perusahaannya tidak dalam mode pemerasan, tetapi dalam mode bertahan hidup. Pompanon menunjukkan harga telah ditekan oleh pemerintah kota selama bertahun-tahun.

Sekarang, kondisi harus membuat bisnis tanpa margin. Menurut manajer umum, SHCB kehilangan sekitar 100 ribu euro setiap bulan untuk pasokan ke Agde saja karena inflasi.

"Kami memiliki margin keuntungan antara tiga hingga lima persen paling baik. Kami memiliki pemasok yang menyampaikan kenaikan harga yang tidak dapat kami berikan kepada pelanggan kami," ujar Pompanon.

sumber : https://www.aa.com.tr/en/economy/no-dessert-for-schoolchildren-in-french-community-due-to-inflation/2751116

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement