Rabu 30 Nov 2022 19:35 WIB

Penduduk Etnis Campuran Meningkat di Inggris-Wales

Proporsi penduduk yang menggambarkan etnis sebagai Asia naik menjadi 9,3 persen.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Pembeli berjalan di Oxford Street di London, Inggris, 24 Desember 2021. Populasi Inggris dan Wales yang mengidentifikasi diri sebagai kulit putih telah menurun.
Foto:

London tetap menjadi bagian Inggris dan Wales yang paling beragam etnisnya. Hanya 36,8 persen warga London menggambarkan dirinya sebagai "Putih: Inggris, Welsh, Skotlandia, Irlandia Utara, atau Inggris", turun dari 44,9 persen pada 2011.

"Inggris adalah negara yang beragam dan itu harus disambut baik, dan itu termasuk keragaman agama juga," ujar juru bicara Perdana Menteri Rishi Sunak.

Selain meningkatnya etnis campur, data sensus yang dirilis pada Selasa (29/11/2022) itu, menunjukkan penurunan tajam jumlah orang di Inggris dan Wales menggambarkan diri sebagai umat Kristen. Jumlahnya turun dari 59,3 persen pada 2011 menjadi 46,2 persen pada 2021.

Penurunan ini tercermin dari peningkatan besar orang yang mengatakan tidak beragama. Jumlah itu meningkat dari 25,2 persen menjadi 37,2 persen.

Islam adalah agama terbanyak kedua, diikuti oleh 6,5 persen populasi dan naik dari 4,9 persen pada 2011. Sedangkan Hindu adalah agama ketiga terbanyak dengan 1,7 persen, Sikh merupakan 0,9 persen, dan Yahudi 0,5 persen dari populasi.

 

Meski keberagaman agama meningkat, gereja Inggris masih memainkan peran utama dalam acara-acara seremonial kenegaraan. Para uskupnya telah menjamin kursi di majelis tinggi parlemen Inggris. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement