Senin 12 Dec 2022 10:24 WIB

Kishida dan Obama Serukan Dunia Bebas dari Nuklir

Seruan itu disampaikan di tengah ancaman pemakaian senjata nuklir oleh Rusia.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Sabtu (10/12/2022) menyerukan dunia tanpa senjata nuklir.
Foto: EPA-EFE/LILLIAN SUWANRUMPHA
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Sabtu (10/12/2022) menyerukan dunia tanpa senjata nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Sabtu (10/12/2022) menyerukan dunia tanpa senjata nuklir. Seruan itu disampaikan Kishida dan Obama di tengah ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina dan Korea Utara yang terus mengejar program senjata nuklir.

Kishida dan Obama menyampaikan seruan itu dalam pesan terpisah yang dikirim ke pertemuan perdana forum perlucutan senjata nuklir yang diikuti oleh mantan pemimpin politik dan cendekiawan di Hiroshima, kota Jepang barat yang hancur akibat bom atom AS yang dijatuhkan pada tahap penutupan Perang Dunia II.

Baca Juga

"Kita berutang kepada anak-anak kita untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir," kata Obama dalam pesan video pada pertemuan yang berlangsung dua hari hingga Ahad itu.

Pertemuan orang-orang terkemuka tersebut melibatkan 15 anggota dan dipimpin oleh Takashi Shiraishi, yakni rektor Universitas Prefektur Kumamoto di barat daya Jepang dan seorang pakar politik internasional.

Di antara 15 anggota, 12 orang berasal dari 11 negara yang enam diantaranya adalah negara berkekuatan nuklir, yaitu Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, Rusia, dan India; serta negara nonnuklir: Jerman, Argentina, Yordania, India, dan Selandia Baru.

Pada pertemuan itu, Obama menyebutkan masa lalu ketika dia menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi Hiroshima pada Mei 2016, Obama mengatakan perjalanannya ke kota itu kemudian "memperkuat tekad saya sendiri untuk mengurangi ancaman senjata nuklir di seluruh dunia, dan komitmen yang sama inilah yang membawa Anda semua ke sini hari ini".

Sementara Kishida mengatakan dalam pesannya bahwa dia berharap pertemuan selama dua hari itu akan membuat "langkah signifikan" menuju penghapusan senjata nuklir.

"Penghalang sebenarnya untuk perlucutan senjata nuklir tetap tinggi, atau menjadi lebih tinggi," ujar Kishida.

Dunia menghadapi "ancaman terbesar penggunaan senjata nuklir sejak Perang Dingin," katanya. Kishida mengacu pada krisis Ukraina dan meningkatnya kekhawatiran bahwa Korea Utara dapat melakukan uji coba nuklir ketujuh dan yang pertama sejak September 2017.

Kelompok Internasional Tokoh Terkemuka untuk Dunia Tanpa Senjata Nuklir dibentuk di bawah prakarsa Kishida, yang merupakan seorang anggota parlemen dari daerah pemilihan di Hiroshima yang telah menekankan visinya tentang dunia bebas nuklir sejak menjabat sebagai perdana menteri Jepang pada Oktober 2021.

Jepang akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh negara industri (KTT G7) di Hiroshima pada Mei 2023.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement