Ahad 08 Jan 2023 20:35 WIB

Jack Ma Dikabarkan tak akan Lagi Pimpin Raksasa Fintech Ant Group

Jack Ma dikabarkan tak lagi pimpin Ant Group setelah gagal IPO pada 2020

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
Dalam file foto 15 Mei 2019 ini, pendiri grup Alibaba Jack Ma tiba untuk KTT Tech for Good di Paris. Memimpin Ch Dalam file foto 15 Mei 2019 ini, pendiri grup Alibaba Jack Ma tiba untuk KTT Tech for Good di Paris. Penyedia teknologi keuangan China terkemuka, Ant Group, mengumumkan pada Jumat, 6 Januari 2023, bahwa pendirinya, miliarder e-commerce Jack Ma, akan menyerahkan kendali atas perusahaan tersebut.
Foto: AP Photo/Thibault Camus
Dalam file foto 15 Mei 2019 ini, pendiri grup Alibaba Jack Ma tiba untuk KTT Tech for Good di Paris. Memimpin Ch Dalam file foto 15 Mei 2019 ini, pendiri grup Alibaba Jack Ma tiba untuk KTT Tech for Good di Paris. Penyedia teknologi keuangan China terkemuka, Ant Group, mengumumkan pada Jumat, 6 Januari 2023, bahwa pendirinya, miliarder e-commerce Jack Ma, akan menyerahkan kendali atas perusahaan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK - Pendiri Alibaba dan Ant Group, Jack Ma diberitakan tidak akan lagi memimpin Ant Group setelah raksasa fintech tersebut gagal menggelar penawaran saham perdana (IPO) pada 2020. Ma secara tidak langsung menguasai 53,46 persen saham Ant Group yang menjadikannya sebagai "pengendali" perusahaan.

"Perusahaan sedang menyesuaikan struktur kepemilikannya sehingga tidak ada pemegang saham, sendiri atau bersama dengan pihak lain, yang akan memiliki kendali atas Ant Group," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan Sabtu, seperti dilansir laman Aljazirah, Ahad (8/1/2023).

Pada November 2020, IPO Ant senilai 37 miliar dolar AS, yang seharusnya menjadi IPO terbesar di dunia dibatalkan pada menit terakhir. Pembatalan ini menyebabkan restrukturisasi paksa perusahaan teknologi keuangan. Selain itu, kegagalan ini pun menimbulkan spekulasi bahwa miliarder China Jack Ma juga harus menyerahkan kendali atas perusahaan.

Menurut informasi dari pernyataan Ant, kini, Ma hanya akan memegang 6,2 persen hak suara setelah penyesuaian. "Penyesuaian sedang diterapkan untuk lebih meningkatkan stabilitas struktur perusahaan kami dan keberlanjutan pengembangan jangka panjang kami," kata pernyataan Ant.

"Sepuluh orang termasuk pendiri, manajemen dan staf akan menggunakan hak suara mereka secara independen," isi dari pernyataan tersebut melanjutkan.

Sejumlah analis menilai pelepasan kendali Ma dapat saja membuka jalan bagi perusahaan untuk menghidupkan kembali IPO. Namun perubahan di struktur kendali kemungkinan bakal mengakibatkan penundaan peraturan pencatatan saham. Perusahaan harus menunggu tiga tahun setelah perubahan berjalan.

Sementara itu, seorang peneliti modal, Andrew Collier menilai bahwa Beijing memiliki dua masalah dengan Ma. Collier menjelaskan bahwa Ma adalah miliarder yang didanai dengan baik, sangat populer yang mengendalikan dua perusahaan besar. Ma juga diniali mulai bersaing dengan beberapa bank milik negara di China yang merupakan tulang punggung ekonomi negara.

"Untuk dua alasan itu, mereka mengira dia adalah ancaman dan mereka mengurangi ukurannya," katanya.

Ant mengoperasikan Alipay, platform pembayaran digital terbesar di dunia, yang memiliki ratusan juta pengguna bulanan di China dan sekitarnya. Penyerahan kendali Ma dilakukan saat Ant hampir menyelesaikan restrukturisasi yang didorong oleh peraturan selama dua tahun.

Aturan tersebut berupa bahwa otoritas China siap untuk mengenakan denda lebih dari 1 miliar dolar AS pada perusahaan tersebut. Hukuman yang diharapkan adalah bagian dari tindakan keras Beijing terhadap raksasa teknologi negara itu selama dua tahun terakhir yang telah memotong ratusan miliar dolar dari nilai mereka dan menyusutkan pendapatan dan keuntungan.

Beijing juga bersikap keras terhadap Alibaba, titan internet yang didirikan bersama oleh Ma yang mengoperasikan platform belanja populer China, seperti Taobao dan Tmall. Rekor denda Alibab berjumlah 2,75 miliar dolar AS atas dugaan praktik tidak adil.

Namun, sebagai tanda bahwa cengkeraman resmi sekarang mungkin mengendur, pihak berwenang mengatakan bulan lalu Ant telah mendapatkan persetujuan untuk mengumpulkan 10,5 miliar yuan (1,5 miliar dolar AS) untuk bagian keuangan konsumennya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement