Senin 09 Jan 2023 06:14 WIB

4.621 Dokter di Mesir Resign Sepanjang 2022 Karena Upah Rendah

Para dokter yang resign ini memilih untuk beremigrasi ke luar negeri.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Dokter  (ilustrasi). Egyptian Medical Syndicate mengungkapkan, sebanyak 4.621 dokter mengundurkan diri sepanjang 2022. Mereka undur diri karena upah rendah dan kondisi kerja yang buruk.
Foto: www.freepik.com.
Dokter (ilustrasi). Egyptian Medical Syndicate mengungkapkan, sebanyak 4.621 dokter mengundurkan diri sepanjang 2022. Mereka undur diri karena upah rendah dan kondisi kerja yang buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Egyptian Medical Syndicate mengungkapkan, sebanyak 4.621 dokter mengundurkan diri sepanjang 2022. Mereka undur diri karena upah rendah dan kondisi kerja yang buruk.

Kepala Komite Hubungan Luar Negeri di Parlemen Mesir, MP Sahar Al-Bazar, menjelaskan, jumlah dokter yang mengundurkan diri semakin meningkat. Pada 2016 sebanyak 1.044 dokter mengundurkan diri. Kemudian pada 2017, jumlah dokter yang mengundurkan diri naik mencapai 2.549 orang, dan pada tahun 2018 sebanyak 2.612.

Baca Juga

The Egyptian Centre for the Right to Medicine memperingatkan kelanjutan fenomena dokter yang beremigrasi ke luar negeri. Mereka menyerukan perlunya membahas fenomena yang marak lima tahun terakhir ini.  

The Egyptian Centre for the Right to Medicine mengindikasikan bahwa pengunduran diri dokter disebabkan oleh berbagai alasan, termasuk situasi ekonomi dan hilangnya hak mereka di tengah hubungan kerja yang sulit. Tercatat 11.000 dokter beremigrasi ke luar negeri dalam lima tahun terakhir karena alasan yang sama. 

Jumlah dokter yang ideal menurut hitungan rata-rata global adalah 22 dokter untuk setiap 10.000 orang. Sementara hanya ada sembilan dokter untuk setiap 10.000 orang di Mesir.

"Hal ini menimbulkan ancaman serius terhadap hak kesehatan, karena dokter adalah tulang punggung pencapaian hak atas kesehatan," ujar pernyataan The Egyptian Centre for the Right to Medicine, dilaporkan Middle East Monitor, Sabtu (7/1/2023).

Egyptian Centre menekankan, salah satu alasan pengunduran diri dokter adalah upah yang rendah. Hal ini memaksa dokter untuk bekerja di lebih dari satu rumah sakit atau mencari peluang di luar negeri.

Alasan lainnya yaitu, kekurangan fasilitas rumah sakit yang signifikan dalam hal obat-obatan dan persediaan medis. Termasuk kekurangan ICU, tempat tidur, inkubator, mesin dialisis dan kurangnya program pelatihan yang mempromosikan pembelajaran dan pengetahuan tentang perkembangan kedokteran.  

Selain itu, tidak ada undang-undang pertanggungjawaban medis yang melindungi dokter dalam kasus kelalaian medis, yang tidak memberi mereka keamanan profesional. Egyptian Centre mengatakan, alasan lainnya yaitu serangan terus-menerus terhadap tim medis oleh keluarga pasien karena kurangnya fasilitas rumah sakit.

"Negara-negara sekitar menawarkan semua tunjangan kepada dokter, dan ada 100.000 dokter Mesir yang bekerja di luar negeri," kata Egyptian Centre.

Menurut Medical Syndicate, jumlah dokter yang mengundurkan diri pada 2022 mencapai 4.261. Jumlah ini meningkat dari 2021 yang mencapai 4.127 dokter.  Jumlah dokter yang terdaftar di Medical Syndicate saat ini mencapai 230.000, termasuk dokter di rumah sakit umum, universitas, pendidikan atau swasta.

Anggota Medical Syndicate dan Komite Hukum Mesir, Dr Ahmed Ali, mengatakan bahwa jumlah dokter yang mendaftar ke Medical Syndicate pada 2022 untuk menghentikan layanan mereka dari sektor kesehatan pemerintah dan mendapatkan lisensi dokter independen berjumlah 5.261. “Jumlah pelamar dengan dokumen pengunduran diri dari pemerintah ini adalah yang terbesar dalam tujuh tahun terakhir," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement