Kamis 12 Jan 2023 16:14 WIB

Militer Israel Bunuh Warga Palestina dalam Penyerbuan di Tepi Barat

Militer Israel intensif melakukan penyerangan ke Tepi Barat sejak musim semi 2022.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Warga Palestina mencari perlindungan setelah melemparkan batu ke kendaraan militer selama bentrokan setelah serangan militer Israel di kota Nablus, Tepi Barat utara, 30 Desember 2022. Dalam penyerbuan ke wilayah Tepi Barat pada Kamis (12/1/2023), militer Israel menembak seorang pria Palestina hingga tewas.
Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
Warga Palestina mencari perlindungan setelah melemparkan batu ke kendaraan militer selama bentrokan setelah serangan militer Israel di kota Nablus, Tepi Barat utara, 30 Desember 2022. Dalam penyerbuan ke wilayah Tepi Barat pada Kamis (12/1/2023), militer Israel menembak seorang pria Palestina hingga tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Militer Israel menembak seorang pria Palestina hingga tewas pada Kamis (12/1/2023) pagi dalam penyerbuan ke wilayah pendudukan Tepi Barat. Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pria itu sebagai Samir Aslan yang berusia 41 tahun.

Kematian Aslan terjadi sehari setelah dua warga Palestina tewas dalam insiden terpisah di Tepi Barat pada Rabu (11/1/2023). Satu warga Palestina tewas selama serangan penangkapan militer Israel di utara Tepi Barat. Satu orang lainnya tewas setelah menikam dan melukai seorang pria Israel di pemukiman selatan.

Baca Juga

Serangan intensif di Tepi Barat dimulai musim semi lalu. Israel mengatakan, serangan itu bertujuan untuk membongkar jaringan militan dan menggagalkan serangan teror pada masa depan.  

Hampir 150 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada 2022. Itu menjadikannya sebagai tahun paling mematikan sejak 2004.

Penyerbuan itu membuat ketegangan melonjak dan memicu serangan pada musim gugur yang menewaskan 10 orang Israel. Kekerasan itu terjadi ketika pemerintahan baru Israel yang didominasi oleh kelompok sayap kanan merencanakan agenda legislatifnya. Pemerintah Israel diperkirakan akan mengambil tindakan garis keras terhadap Palestina dan mendorong pembangunan pemukiman di Tepi Barat.

Israel merebut Tepi Barat dalam Perang Timur Tengah 1967, bersama dengan Jalur Gaza dan Yerusalem Timur. Ketiga wilayah ini diinginkan Palestina untuk negara merdeka mereka pada masa depan. Sejak itu, Israel telah menempatkan 500 ribu orang di sekitar 130 pemukiman di Tepi Barat. Warga Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional menilai tindakan Israel tersebut akan menjadi penghalang perdamaian. 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement