Senin 23 Jan 2023 16:16 WIB

Jenderal Norwegia: Hampir 180 Ribu Tentara Rusia Tewas atau Terluka

Jenderal Norwegia juga sebut lebih dari 100 ribu tentara Ukraina tewas atau terluka

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Dalam foto selebaran yang diambil dari video dan dirilis oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat, 13 Januari 2023, tentara Rusia menyiapkan mortir
Foto: AP Photo/Russian Defense Ministry Press
Dalam foto selebaran yang diambil dari video dan dirilis oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat, 13 Januari 2023, tentara Rusia menyiapkan mortir

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO – Panglima Angkatan Bersenjata Norwegia Jenderal Eirik Kristoffersen mengatakan, hampir 180 ribu tentara Rusia tewas atau terluka dalam pertempuran di Ukraina. Perang antara Moskow dan Kiev telah berlangsung selama 11 bulan.

“Kehilangan Rusia mulai mendekati hampir 180 ribu tentara yang tewas atau terluka,” kata Kristoffersen dalam sebuah wawancara dengan TV2, Ahad (22/1/2023). Dia tak mengungkap bagaimana estimasi jumlah korban itu diperoleh.

Baca Juga

Dalam wawancara itu dia pun menyampaikan jumlah korban dari Ukraina. Kristoffersen mengatakan, sejauh ini lebih dari 100 ribu tentara Ukraina tewas atau terluka. Sementara warga sipil Ukraina yang meninggal mencapai sekitar 30 ribu jiwa.

Kendati sudah kehilangan cukup banyak prajuritnya, Kristoffersen berpendapat, Rusia belum akan menghentikan pertempuran. “Rusia dapat melanjutkan (perang) untuk waktu yang cukup lama. Yang paling mengkhawatirkan adalah apakah Ukraina akan mampu menjaga angkatan udara Rusia tetap di luar peperangan,” ucapnya.

Menurut Kristoffersen, sejauh ini Ukraina telah mampu melakukan hal tersebut berkat pertahanan antipesawatnya. Sebagian besar serangan Rusia dalam beberapa bulan terakhir dilakukan dengan rudal jarak jauh. Kristoffersen pun menyerukan agar sekutu segera mengirimkan tank tempur ke Ukraina. “Jika mereka akan menyerang di musim dingin, mereka (Ukraina) membutuhkannya (tank) segera,” ujarnya.

Norwegia adalah negara yang berbatasan langsung dengan Rusia. Ia telah menjadi anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sejak badan pertahanan multilateral itu dibentuk pada 1949.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement