Jumat 27 Jan 2023 02:07 WIB

Biden: Pengiriman 31 Tank Abrams Akan Perkuat Ukraina Lawan Rusia

Menurut Biden, tank Abrams adalah tank yang paling andal di dunia.

 (FILE) - Tank Abrams Angkatan Darat AS ditembakkan selama latihan militer Saber Strike di area pelatihan militer Adazi, Latvia, 11 Juni 2016 (diterbitkan ulang 25 Januari 2023). AS akan mengirim sekitar 31 tank M1 Abrams mereka ke Ukraina, Presiden AS Biden mengumumkan pada 25 Januari 2023. Pengumuman itu datang pada hari yang sama Jerman membuka jalan untuk pengiriman tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina.
Foto: EPA-EFE/VALDA KALNINA
(FILE) - Tank Abrams Angkatan Darat AS ditembakkan selama latihan militer Saber Strike di area pelatihan militer Adazi, Latvia, 11 Juni 2016 (diterbitkan ulang 25 Januari 2023). AS akan mengirim sekitar 31 tank M1 Abrams mereka ke Ukraina, Presiden AS Biden mengumumkan pada 25 Januari 2023. Pengumuman itu datang pada hari yang sama Jerman membuka jalan untuk pengiriman tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (25/1/2023) mengatakan bahwa pengiriman puluhan tank M1 Abrams buatan AS akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dari serangan Rusia. Secara resmi AS mengumumkan keputusannya untuk mengirim 31 tank sebagai tanggapan atas permintaan Kyiv untuk kendaraan lapis baja tambahan.

Biden mengatakan senjata itu akan meningkatkan kapasitas Ukraina untuk mempertahankan wilayahnya dan mencapai tujuan strategisnya. “Tank Abrams adalah tank yang paling andal di dunia. Mereka juga sangat kompleks untuk dioperasikan dan dipelihara, jadi kami juga memberikan suku cadang kepada Ukraina dan peralatan yang diperlukan untuk menopang tank ini secara efektif di medan perang,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca Juga

Ditanya tentang pengiriman peralatan tersebut selama konferensi pers Gedung Putih, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan tank-tank itu menimbulkan ancaman bagi personel Rusia yang dikerahkan ke Ukraina, tetapi tidak secara langsung bagi Rusia.

“Tank-tank ini akan membantu Ukraina bertempur secara efektif di medan terbuka, untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayah mereka, dan merebut kembali wilayah yang telah diambil Rusia dari mereka,” kata Kirby.

"Pelatihan pasukan Ukraina untuk menggunakan, memelihara, dan memasok tank akan dimulai sesegera mungkin," kata Biden, mencatat bahwa pengiriman sistem senjata canggih akan memakan waktu.

Seorang pejabat administrasi senior yang memberi pengarahan kepada wartawan sebelumnya tentang masalah tersebut mengatakan tank-tank itu akan dikirim dalam hitungan bulan, bukan minggu, tetapi tidak memiliki garis waktu yang pasti.

Ditanya mengapa pemerintahan Biden menetapkan jumlah tank menjadi 31, pejabat tersebut mengatakan angka tersebut diputuskan karena setara dengan satu batalion tank Ukraina. Pelatihan akan dilakukan di luar Ukraina, bukan di negara yang dilanda perang, kata pejabat lain.

 

sumber : Anadolu

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement