Jumat 27 Jan 2023 12:01 WIB

Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Darurat Bahas Pembantaian di Jenin

Dewan Keamanan PBB gelar sesi darurat membahas pembantaian di Jenin, Palestina

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
Para pelayat membawa jenazah delapan warga Palestina saat akan dilakukan pemakaman di kota Jenin, Tepi Barat, Kamis, (26/1/2023).
Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
Para pelayat membawa jenazah delapan warga Palestina saat akan dilakukan pemakaman di kota Jenin, Tepi Barat, Kamis, (26/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Jumat (27/1/2023) akan mengadakan sesi darurat membahas serangan Israel di kamp pengungsi Palestina di Jenin. Sekurangnya 10 orang tewas dalam pengejaran Israel pada Kamis (26/1/12023) di tempat yang menjadi pusat kekerasan beberapa bulan belakangan.

Dua diplomat yang mewakili negara-negara di panel DK mengatakan, pertemuan itu diminta Uni Emirat Arab (UEA) selaku perwakilan Liba Arab di DK. Pertemuan darurat dikatakan juga didesak oleh China dan Prancis.

Baca Juga

"Anggota Dewan Keamanan akan menerima pengarahan dari Utusan Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland," kata para diplomat dikutip laman Time of Israel, Jumat.

Pertemuan tersebut akan menjadi sesi darurat kedua DK PBB untuk membahas konflik Israel-Palestina sejak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah di pemerintahan sayap kanan garis kerasnya akhir bulan lalu. Berbeda dengan sesi awal bulan ini yang membahas kunjungan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir ke Temple Mount Yerusalem, sesi Jumat akan diadakan secara tertutup.

Serangan Israel Kamis (26/1/12023) pagi memicu ketegangan regional yang semakin tinggi. Militer Israel dikatakan bersiap untuk kemungkinan balasan ataupun kekerasan yang lebih luas.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeklaim operasi Kamis diperlukan untuk menghentikan ancaman teror yang kredibel. IDF mengatakan, pasukan memasuki kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat Utara untuk menggagalkan rencana serangan yang segera dilakukan sel teror Jihad Islam setempat. "Kelompok itu telah menyiapkan bahan peledak dan senjata api," kata IDF.

Sembilan warga Palestina tewas, termasuk beberapa anggota sel teror, pria bersenjata lainnya dan satu warga sipil yang tidak terlibat. Sekurangnya 20 lainnya luka-luka dalam bentrokan yang terjadi kemudian.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Timur Dekat Barbara Leaf mengatakan, dia dan beberapa rekannya telah berbicara dengan pejabat Israel dan Palestina dalam upaya memulihkan ketenangan.

"Kami pikir tidak masuk akal untuk pergi ke forum internasional pada saat ini. Inilah titik di mana mereka perlu terlibat satu sama lain dan itu akan menjadi sifat diskusi kami dengan kedua set pejabat," kata Leaf menanggapi kemungkinan Otoritas Palestina mengambil tindakan di PBB.

Netanyahu mengatakan kepada petinggi militer, "Israel tidak ingin mencari eskalasi, tetapi menginstruksikan pasukan keamanan untuk mempersiapkan skenario apa pun di berbagai arena untuk memastikan keselamatan warga Israel."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement