Kamis 02 Feb 2023 15:27 WIB

Indonesia Selenggarakan Rangkaian Pertemuan Menlu ASEAN

Rangkaian pertemuan Menlu ASEAN akan digelar di Jakarta, pada 2-4 Februari 2023.

Logo keketuaan Indonesia di ASEAN. Indonesia akan menyelenggarakan rangkaian pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN Foreign Ministers' Retreat/AMM) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada 2-4 Februari 2023.
Foto: Asean
Logo keketuaan Indonesia di ASEAN. Indonesia akan menyelenggarakan rangkaian pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN Foreign Ministers' Retreat/AMM) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada 2-4 Februari 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia akan menyelenggarakan rangkaian pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN Foreign Ministers' Retreat/AMM) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada 2-4 Februari 2023.  Menlu RI Retno Marsudi akan memimpin AMM Retreat yang merupakan pertemuan para menlu ASEAN pertama padamasa keketuaan Indonesia tahun ini, demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (2/2/2023).

AMM Retreat akan diawali dengan Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Officials' Meeting) ASEAN pada 2 Februari 2023, dan ASEAN Coordinating Council ke-32 pada 3 Februari 2023. Dalam rangkaian pertemuan itu, akan dibahas beberapa agenda, termasuk di antaranya prioritas keketuaan Indonesia dan tindak lanjut hasil-hasil KTT ASEAN ke-40 dan ke-41 pada 2022.

Baca Juga

Keketuaan Indonesia mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Indonesia akan mendorong upaya kerja sama ASEAN yang semakin kuat dalam merespon berbagai tantangan kawasan dan global seperti rivalitas geopolitik, dampak berkelanjutan pandemi dan bencana alam, krisis keuangan, krisis energi, serta krisis pangan.

Indonesia juga terus bertekad menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik, melalui pendekatan paradigma kolaborasi. Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (ASEAN Outlook on the Indo Pacific/AOIP) merupakan prakarsa Indonesia yang diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada Juni 2019 dan bertujuan untuk menjaga stabilitas kawasan melalui kemitraan, dialog, dan kerja sama.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement