Ahad 12 Feb 2023 20:19 WIB

Putri Anwar Ibrahim Mundur sebagai Penasehat Perdana Menteri

Nurul Izzah Anwar tak lagi menjabat penasihat ekonomi dan keuangan PM Malaysia

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Nurul Izzah Anwar, putri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, mengatakan pada Ahad (12/2/2023) bahwa dia tidak lagi menjabat sebagai penasihat ekonomi dan keuangan untuk Ayahnya, Anwar Ibrahim.
Foto: AP/Vincent Thian
Nurul Izzah Anwar, putri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, mengatakan pada Ahad (12/2/2023) bahwa dia tidak lagi menjabat sebagai penasihat ekonomi dan keuangan untuk Ayahnya, Anwar Ibrahim.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Nurul Izzah Anwar, putri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, mengatakan pada Ahad (12/2/2023) bahwa dia tidak lagi menjabat sebagai penasihat ekonomi dan keuangan untuk Ayahnya, Anwar Ibrahim.

Dalam sebuah pernyataan, Nurul Izzah justru menyebut telah bergabung dengan badan penasihat khusus Menteri Keuangan yang diketuai oleh Hassan Marican.

"Tuan Mohd Hassan telah mengundang saya untuk bergabung dengan badan penasehat khusus untuk membantu upaya mereka memperkuat ekonomi negara dan masyarakat," katanya.

Dia menambahkan bahwa dia dengan rendah hati menerima dan sangat menghargai setiap kesempatan untuk berkontribusi demi masa depan Malaysia yang lebih baik. Putri dari Wan Azizah Wan Ismail ini juga mengungkapkan harapan bahwa layanan yang diberikan di bawah peran barunya ini akan bermanfaat bagi negara.

"Malaysia mengharapkan masa depan yang sangat baik dan persatuan yang solid yang dipimpin oleh perdana menteri bersama dengan pemerintah persatuan.

“Terima kasih kepada seluruh panitia. Mari kita semua berkontribusi dalam kapasitas apapun demi negara kita,” ujar Nurul Izzah.

Akhir bulan lalu, putri sulung Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizah Wan Ismail, menegaskan dalam sebuah wawancara bahwa dia telah ditunjuk sebagai penasihat ekonomi dan keuangan senior untuk Perdana Menteri sejak 3 Januari.

Anwar sebelumnya mengatakan kepada media lokal bahwa putrinya tidak akan memiliki kesempatan untuk memperkaya dirinya sendiri dalam perannya sebagai penasihat ekonomi dan keuangan senior untuk perdana menteri. Dilaporkan sebelumnya bahwa Nurul Izzah tidak dibayar untuk peran tersebut.

"Dia tidak akan memiliki kekuatan untuk mengambil atau secara langsung mengelola proyek atau tender apa pun sendiri," katanya seperti dikutip The Star.

Anwar mengatakan bahwa anaknya, Nurul Izzah tidak mengambil peran untuk mengambil proyek, tetapi ia bekerja untuk membantu dirinya sebagai Perdana Menteri Malaysia yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan.

“Putri saya sangat ingin membantu saya dengan cara apa pun yang dia bisa. Jika dia datang untuk membantu saya tanpa diberi posisi resmi, orang akan mempertanyakan niatnya lebih parah daripada sekarang,” kata Anwar.

Anwar juga membantah klaim kelompok oposisi bahwa ia melakukan nepotisme dalam penunjukan putrinya. Ia menambahkan bahwa beberapa pengkritiknya tidak dapat mengkritiknya karena mereka sendiri telah memberikan "kontrak senilai jutaan ringgit" kepada anak-anak mereka.

“Nepotisme adalah di mana (anggota keluarga) diberikan posisi untuk menyalahgunakan kekuasaan, memperkaya diri sendiri, mendapatkan kontrak dan mendapatkan bayaran dalam jumlah besar… Bukan itu masalahnya,” kata Anwar seperti dikutip oleh Free Malaysia Today, meskipun Anwar menegaskan ia tidak melakukan nepotisme sebagaimana yang dituduhkan tersebut.

Selama Pemilihan Umum Malaysia ke-15 (GE15) baru-baru ini, Nurul Izzah telah kehilangan kursi parlemen di Permatang Pauh yang sebelumnya telah dia duduki selama satu periode. Kursi tersebut telah diduduki oleh anggota keluarganya sejak tahun 1982 dan saat ini dipegang oleh Muhammad Fawwaz Mohamad Jan dari Parti Islam Se-Malaysia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement