Rabu 15 Mar 2023 07:30 WIB

Presiden Suriah Bashar Assad Tiba di Moskow untuk Bertemu Putin

Rusia adalah pendukung utama Assad dan memiliki kehadiran luas di Suriah.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Suriah Bashar Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Foto: al jazeera
Presiden Suriah Bashar Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Presiden Suriah Bashar Assad tiba di Moskow pada Selasa (14/3/2023) dan dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Assad diterima oleh perwakilan khusus Putin untuk Timur Tengah, Mikhail Bogdanov, di bandara internasional Vnukovo Moskow.

Kremlin mengkonfirmasi bahwa Putin akan bertemu dengan Assad pada Rabu (15/3/2023). Keduanya akan membicarakan kerja sama Rusia-Suriah di bidang politik, ekonomi, perdagangan, dan kemanusiaan.

Baca Juga

"Pengembangan lebih lanjut dari kerja sama Rusia-Suriah di bidang politik, perdagangan, ekonomi dan kemanusiaan, serta prospek penyelesaian situasi yang komprehensif di dalam dan sekitar Suriah akan menjadi agenda dalam pembicaraan," ujar pernyataan Kremlin.

Rusia adalah pendukung utama Assad dan memiliki kehadiran luas di Suriah. Moskow telah memainkan peran penting dalam melawan kelompok oposisi bersenjata yang mencoba menggulingkan pemerintah Assad melalui dukungan militernya, dan juga secara agresif mendukung Damaskus melawan pihak lawan di PBB. 

Sementara Suriah mengakui wilayah Luhansk dan Donetsk yang dikuasai Rusia di Ukraina timur sebagai entitas independen dan berdaulat.

Rusia telah menengahi pembicaraan antara Turki dan Suriah. Turki dan Suriah berseberangan dalam perang saudara Suriah selama lebih dari satu dekade.  

Turki terus mendukung kelompok oposisi bersenjata yang menguasai kantong barat laut di Suriah barat laut. Pada Desember, Moskow mengadakan pembicaraan mendadak antara menteri pertahanan Suriah dan Turki. 

Wakil menteri luar negeri Suriah, Turki dan Rusia serta penasihat senior Iran juga akan mengadakan pembicaraan pada Rabu dan Kamis (16/3/2023) di Moskow untuk membahas upaya kontraterorisme di Suriah.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement