Sabtu 18 Mar 2023 17:03 WIB

IMF Ubah Peraturan Demi Bantu Ukraina

IMF biasanya hanya memberi pinjaman ke negara yang sudah punya cara membayar utangnya

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Logo Dana Moneter Internasional (IMF) di luar kantor pusatnya di Washington, DC, AS, 14 Oktober 2020. IMF menyetujui perubahan peraturan pinjaman. Langkah ini membantu negara-negara yang menghadapi ketidakpastian tinggi mengajukan pinjaman dan membuka pintu bantuan bagi Ukraina  sebesar 15 miliar dolar AS.
Foto: EPA-EFE/JIM LO SCALZO
Logo Dana Moneter Internasional (IMF) di luar kantor pusatnya di Washington, DC, AS, 14 Oktober 2020. IMF menyetujui perubahan peraturan pinjaman. Langkah ini membantu negara-negara yang menghadapi ketidakpastian tinggi mengajukan pinjaman dan membuka pintu bantuan bagi Ukraina sebesar 15 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui perubahan peraturan pinjaman. Langkah ini membantu negara-negara yang menghadapi ketidakpastian tinggi mengajukan pinjaman dan membuka pintu bantuan bagi Ukraina  sebesar 15 miliar dolar AS.

"(Perubahan berlaku dalam situasi) yang melibatkan guncangan eksternal yang tidak bisa dikendalikan pemerintah dan dijangkau kebijakan ekonomi mereka, yang mana menimbulkan resiko ekor yang lebih besar dari biasanya," kata IMF dalam pernyataannya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (18/3/2023).

Baca Juga

IMF mengatakan perubahan ini juga untuk mengatasi halangan untuk merancang program-program di negara-negara peminjam. Dewan eksekutif IMF mengatakan mengingat karakteristik resikonya program-program di negara dengan ketidakpastian tinggi akan membutuhkan penilaian hati-hati apakah layak dan kredibel (untuk didanai).  

IMF biasanya hanya memberikan pinjaman pada negara yang sudah memiliki jalan untuk membayar utangnya, untuk memastikan IMF dapat terus menyalurkan pinjaman negara-negara lain. Sejak invasi Rusia kemampuan Ukraina untuk mendapatkan pinjaman IMF diragukan karena perang menghancurkan ekspor dan infrastruktur, menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi.

IMF mengeksplorasi paket bantuan multi-tahun pada Ukraina senilai 15 miliar dolar AS untuk membantu negara itu memenuhi kebutuhan dan sebagai katalis pendanaan internasional sementara Ukraina menahan serangan pasukan Rusia. Kesepakatan ini akan menjadi program pertama pinjaman penuh IMF sejak perang.

Pada 15 Maret lalu IMF mengatakan akan menyelesaikan perundingan mengenai pinjaman ke Ukraina dalam "beberapa hari kedepan."

Selain mengubah peraturan, program pinjaman membutuhkan dukungan dari negara-negara kaya Group of 7 sebagai pendonor dan kreditor utama untuk memastikan kemampuan Ukraina membayar utang. Selain itu juga perlu komitmen pemerintah Ukraina terhadap serangkaian kebijakan.

Saat pemerintah hampir menyelesaikan kesepakatan dengan IMF, pada 16 Maret lalu bank sentral Ukraina mempertahankan tingkat suku bunga dan meluncurkan langkah-langkah untuk memacu persaingan antara pemberi pinjaman lokal. Perekonomian Ukraina ambruk sekitar sepertiganya tahun lalu.

Perang menghilangkan pendapatan negara dan memaksa pemerintah Ukraina mengandalkan bantuan internasional. Tahun ini pemerintah menargetkan sekitar 38 miliar dolar AS dari donor asing untuk menutupi kesenjangan itu, dengan defisit sekitar 3 miliar dolar AS per bulan.

Kementerian Keuangan Ukraina berencana menerima hibah dan pinjaman sebesar 28 miliar dolar AS dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. Sisanya berasal dari pinjaman bilateral dengan negara  lain dan IMF.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement