Rabu 22 Mar 2023 10:50 WIB

Tahun Ajaran Baru Dibuka di Afghanistan dengan Mengesampingkan Perempuan

Taliban melarang anak perempuan dan perempuan mengakses pendidikan di sekolah.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 Siswa tiba di Universitas Kandahar di Kandahar, Afghanistan, 21 Desember 2022. Taliban yang berkuasa telah melarang perempuan menghadiri universitas di Afghanistan, menurut perintah yang dikeluarkan pada 20 Desember 2022.
Foto: EPA-EFE/STRINGER
Siswa tiba di Universitas Kandahar di Kandahar, Afghanistan, 21 Desember 2022. Taliban yang berkuasa telah melarang perempuan menghadiri universitas di Afghanistan, menurut perintah yang dikeluarkan pada 20 Desember 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Kementerian Pendidikan Afghanistan mengumumkan, tahun ajaran baru sekolah dimulai pada Selasa (21/3/2023). Badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun memperbaharui seruan bagi gadis remaja untuk dapat bergabung kembali di kelas.

Sebuah surat dari Kementerian Pendidikan yang mengonfirmasi dimulainya tahun ajaran sekolah secara resmi setelah liburan musim dingin minggu ini. Dalam surat edaran ini tidak menyebutkan adanya perubahan akses untuk anak perempuan.

Baca Juga

Kepala badan anak-anak PBB di Afghanistan mengatakan, pihak berwenang perlu membuka sekolah untuk semua siswa sehingga mereka dapat melanjutkan sosialisasi dan membangun keterampilan serta pembelajaran akademik. "Ketika tahun ajaran baru di Afghanistan dimulai, kami bersukacita atas jutaan anak laki-laki dan perempuan yang kembali ke ruang kelas sekolah dasar. Namun, kami sangat kecewa tidak melihat remaja perempuan juga kembali ke ruang kelas mereka," kata Perwakilan UNICEF Afghanistan Fran Equiza.

Setahun yang lalu, setelah memberi isyarat bahwa mereka akan membuka sekolah untuk semua siswa, otoritas Taliban membuat keputusan yang berbeda. Pemimpin Afghanistan itu melarang anak perempuan dan perempuan mengakses pendidikan di sekolah dan kampus. Sejak saat itu sekolah dasar untuk anak perempuan tetap dibuka tetapi sebagian besar sekolah menengah atas telah ditutup.

Banyak perempuan Afghanistan terus meminta sekolah dibuka kembali. Pendaftaran di sekolah agama perempuan yang menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa telah meningkat selama setahun terakhir.

Provinsi Kunduz merupakan salah satu dari segelintir provinsi utara dengan beberapa sekolah menengah atas perempuan diam-diam tetap buka tahun lalu. Pihak berwenang mengatakan sekolah tersebut ditutup untuk saat ini.

"Tahun ini sekolah dibuka untuk kelas enam untuk anak perempuan, kami menunggu pemberitahuan lebih lanjut tentang kelas menengah," kata kepala departemen pendidikan Kunduz Mohammed Ismail Abu Ahmad.

Sedangkan di ibu kota Kabul, pembukaan sekolah tampaknya terbatas dan jatuh pada Nowruz atau Tahun Baru Persia yang dirayakan secara luas di Afghanistan dan sebelumnya merupakan hari libur umum. Otoritas Taliban mengatakan tahun lalu, bahwa  tidak akan mengakui Nowruz sebagai hari libur umum, meskipun mereka tidak melarang orang merayakannya secara pribadi. 

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement