Rabu 22 Mar 2023 21:15 WIB

Beijing Dilanda Badai Pasir, Jarak Pandang Sangat Rendah

Pusat Observatorium Meteorolog China mulai beri sinyal peringatan lampu kuning.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nora Azizah
Badai pasir China.
Foto: AP/Andy Wong
Badai pasir China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Ibu Kota Beijing dan beberapa provinsi di Cina terkena dampak badai pasir tebal dan padat yang akan sangat mempengaruhi jarak pandang. Melansir reuters, Rabu (22/3/2023), Pusat Observatorium Meteorolog mengeluarkan sinyal peringatan kuning dari Rabu (22/3/2023) hingga Kamis (23/3/2023) dini hari untuk provinsi Shaanxi, Shanxi, Hebei, Heilongjiang, Jilin, Liaoning, Shandong, Henan, Jiangsu, Anhui dan Hubei.

Banyak area akan memiliki jarak pandang yang rendah. Badai pasir secara bertahap akan bergerak ke selatan dan kemudian melemah.

Baca Juga

Cina memiliki sistem peringatan cuaca empat tingkat dengan kode warna. Warna merah mewakili peringatan paling parah, diikuti oleh oranye, kuning, dan biru.

Beijing juga mengeluarkan peringatan badai pasir. Beijing telah mengalami badai pasir dan debu selama beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan tingkat polusi meningkat drastis.

Foto-foto di media sosial menunjukkan orang-orang mengendarai sepeda melintasi kota di tengah pusaran debu. Pada Rabu, Beijing mencatat indeks kualitas udara sebesar 500, yang mendorong tingkat polusi ke level 6. Menurut Pusat Pemantauan Lingkungan Ekologi Beijing, level ini dianggap sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Kota Beijing sering menghadapi badai pasir selama Maret dan April. Karena letak Beijing yang dekat dengan gurun Gobi, serta penggundulan hutan di seluruh Cina utara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement