Senin 10 Apr 2023 14:20 WIB

Angkatan Laut AS Gelar Misi Kebebasan Navigasi di Laut Cina Selatan

Bulan lalu Cina dan AS berselisih soal pergerakan USS Milius di LCS.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Milius menggelar misi kebebasan navigasi dan berlayar di Laut Cina Selatan (LCS) dekat Pulau Spratly.
Foto: reuters
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Milius menggelar misi kebebasan navigasi dan berlayar di Laut Cina Selatan (LCS) dekat Pulau Spratly.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Milius menggelar misi kebebasan navigasi dan berlayar di Laut Cina Selatan (LCS) dekat Pulau Spratly. Pengumuman ini disampaikan saat Cina menggelar latihan militer di sekitar Taiwan.

Militer Cina menggelar simulasi serangan presisi terhadap Taiwan dalam latihan militernya di sekitar pulau itu. Latihan ini digelar saat ketegangan antara Beijing dan Washington di kawasan semakin memanas.  

Angkatan Laut AS mengatakan operasi yang dilakukan dengan kapal perusak ini konsisten dengan hukum internasional.

"Pada akhir operasi, USS Milius keluar dari daerah yang diklaim secara berlebihan dan melanjutkan operasinya di Laut Cina Selatan, operasi kebebasan navigasi ini menegakan hak, kebebasan dan penggunaan laut yang sesuai dengan hukum," kata Angkatan Laut AS dalam pernyataannya, Senin (10/4/2023).

Bulan lalu Cina dan AS berselisih soal pergerakan USS Milius di LCS. Cina mengatakan kapal itu masuk ke wilayahnya di LCS dekat Kepulauan Paracel.

Klaim Cina di sebagian besar perairan kaya sumber daya alam dan strategis itu tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif beberapa negara termasuk Filipina, sekutu terdekat AS di Asia Tenggara. Arus perdagangan yang melewati LCS mencapai triliunan dolar AS setiap tahunnya.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement