Rabu 19 Apr 2023 17:08 WIB

Pemerintah Perintahkan Penyelidikan Atas Kebakaran di Rumah Sakit Beijing

Kebakaran di RS Beijing menewaskan 21 orang.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
 Penyelidik memeriksa tempat kejadian setelah kebakaran di Rumah Sakit Changfeng di Beijing, China, Rabu (19/4/2023). Sedikitnya 21 orang tewas setelah kebakaran di Rumah Sakit Changfeng di distrik Fengtai, lapor media pemerintah Beijing. Penyebab kebakaran saat ini sedang diselidiki.
Foto: EPA-EFE/MARK R. CRISTINO
Penyelidik memeriksa tempat kejadian setelah kebakaran di Rumah Sakit Changfeng di Beijing, China, Rabu (19/4/2023). Sedikitnya 21 orang tewas setelah kebakaran di Rumah Sakit Changfeng di distrik Fengtai, lapor media pemerintah Beijing. Penyebab kebakaran saat ini sedang diselidiki.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina telah memerintahkan penyelidikan atas kebakaran yang menewaskan 21 orang di sebuah rumah sakit Beijing. Ini merupakan salah satu insiden kebakaran  yang paling mematikan di Ibu Kota Beijing dalam beberapa tahun terakhir.

Video di media sosial menunjukkan, orang-orang menggunakan seprai yang diikat untuk memanjat dinding guna menghindari asap dan api setelah kebakaran terjadi pada Selasa (18/4/2023) sekitar pukul 13.00 siang waktu setempat di Rumah Sakit Changfeng. Sebanyak 71 orang dievakuasi selama penyelamatan. Beijing Daily melaporkan, 21 orang telah meninggal dunia dalam insiden kebakaran tersebut. Api dipadamkan dalam waktu sekitar setengah jam.

Baca Juga

Pihak berwenang memblokir akses ke rumah sakit pada Rabu (19/4/2023). Jendela-jendela yang pecah dan terbakar terlihat hangus. Banyak petugas polisi yang berjaga di lokasi rumah sakit, termasuk polisi berpakaian preman. 

Unggahan di media sosial tentang kebakaran yang beredar di WeChat selama beberapa jam disensor atau dihapus. Satu unggahan mengkritik rumah sakit yang menyatakan tentang kesiapsiagaan menghadapi kebakaran  dalam sebuab artikel pada Februari di akun resmi WeChat.

"Pekerjaan penyelamatan di tempat kejadian selesai dalam 3,5 jam, tetapi publik hanya tahu bahwa 21 orang tewas akibat kebakaran ketika sudah lewat jam 8 malam," tulis seseorang di WeChat dalam sebuah unggahan yang kemudian dihapus.

"Sangat membingungkan bahwa sedikit informasi yang diketahui tentang kebakaran yang menewaskan 21 orang di kota besar berpenduduk padat seperti Beijing sebelum pemberitahuan resmi," kata komentar itu.

Penyebab kebakaran sedang diselidiki. Sejauh ini tidak ada rincian lebih lanjut tentang korban luka.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement