Rabu 26 Apr 2023 14:35 WIB

Biden Berjanji Pertahankan Demokrasi

Biden ingin bisa berbuat lebih banyak untuk mempertahankan demokrasi.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa (25/4/2023) resmi mengumumkan pencalonan dirinya dalam pemilihan presiden (pilpres) untuk masa jabatan kedua.
Foto: AP Photo/Patrick Semansky
Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa (25/4/2023) resmi mengumumkan pencalonan dirinya dalam pemilihan presiden (pilpres) untuk masa jabatan kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa (25/4/2023) resmi mengumumkan pencalonan dirinya dalam pemilihan presiden (pilpres) untuk masa jabatan kedua. Ia meminta pemilih untuk membuatnya tetap memegang jabatannya agar bisa berbuat lebih banyak untuk mempertahankan demokrasi.

"Saat saya mencalonkan diri sebagai presiden empat tahun lalu, saya mengatakan bahwa kita berada dalam perjuangan untuk warga Amerika. Dan kita masih berjuang," katanya dalam video rekaman bergaya kampanye, yang dibuka dengan adegan serangan 6 Januari 2021 di kompleks Capitol AS oleh pendukung mantan presiden Donald Trump.

Baca Juga

Biden menyebut Pilpres AS 2024 sebagai pilihan antara "lebih banyak kebebasan atau lebih sedikit kebebasan."

"Pertanyaan yang kami hadapi adalah apakah pada tahun-tahun mendatang kita memiliki lebih banyak kebebasan atau lebih sedikit kebebasan. Lebih banyak hak atau lebih sedikit. Saya tahu apa yang saya inginkan jawabannya dan saya pikir Anda juga menginginkannya," kata Biden. "Ini bukan saatnya untuk berpuas diri. Karena itu saya kembali mencalonkan diri," ujarnya.

Pencalonan Biden dalam pilpres 2024 itu diumumkan pada peringatan empat tahun dia maju dalam pilpres 2020 walaupun tetap ada banyak pemilih yang khawatir dengan usia Biden. Pada usia 80 tahun, Biden telah menjadi presiden paling tua dalam sejarah AS, dan dia akan berusia 86 tahun pada akhir masa jabatan empat tahun keduanya. Setelah mengumumkan pencalonannya dalam pilpres, Biden akan memulai penggalangan dana untuk kampanye.

Pengumuman tersebut, yang tidak mengejutkan, pada akhirnya bisa mengarah pada tanding ulang antara dia dan Trump seperti pilpres 2020, yakni sebuah pertarungan yang menurut jajak pendapat terhadap banyak warga AS memilih lebih baik tidak melihatnya.

Presiden dari Partai Demokrat tersebut sebelumnya mengisyaratkan niatnya untuk mencalonkan diri lagi, sementara Ibu Negara Jill Biden juga mengatakan pada Februari lalu bahwa suaminya akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

Menjelang pengumuman pada Selasa, Biden menggarisbawahi pencapaian pemerintahannya, mulai dari tingkat pengangguran yang rendah di AS selama beberapa dekade, pemulihan Covid-19 dan kebangkitan manufaktur domestik hingga insentif untuk produk rendah karbon dan tindakan pengendalian senjata yang lebih ketat.

Beberapa jam setelah pengumuman, Biden berpidato di Washington di hadapan para anggota serikat perdagangan AS yang meneriakkan "empat tahun lagi". Dia mengulangi daftar pencapaiannya sejak dia menjabat pada Januari 2021, dan mengatakan bahwa dia melihat dunia dari mata "pekerja" daripada mereka yang di Wall Street.

"Kita menciptakan lapangan kerja lagi. Manufaktur telah hidup kembali. Warga bisa mendapat pelayanan kesehatan yang layak. Kota-kota yang telah terlupakan dan ditinggalkan mati kembali hidup karena Anda semua dan apa yang kita lakukan," kata Biden. "Sekarang kita harus mempertahankannya," ucapnya.

Wakil Presiden Kamala Harris, yang tampil menonjol dalam video berdurasi tiga menit berjudul "Freedom" (kebebasan) mengatakan dia akan menjadi pasangan Biden dalam pemilihan berikutnya, dan menyebut saat ini sebagai "momen penting dalam sejarah AS."

Tim Biden mengatakan bahwa kampanye 2024 akan ditangani oleh Julie Rodriguez, yakni seorang penasihat senior Gedung Putih yang juga terlibat dalam kampanye sebelumnya. Sejauh ini tidak ada saingan serius untuk pencalonan dari Partai Demokrat, meski kepopularan petahana (Biden) tidak terlalu tinggi, bahkan di kalangan Demokrat.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement