Selasa 09 May 2023 08:02 WIB

Rusia Terapkan Pengamanan Ketat Jelang Peringatan Kekalahan Nazi di Perang Dunia II

Pemerintah membatasi penggunaan drone dan layanan ride-sharing di kota-kota besar.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Formasi parade terlihat menjelang parade militer yang menandai peringatan kekalahan Nazi di Lapangan Merah di Moskow, Rusia. ilustrasi
Foto: Mikhail Voskresenskiy/Host Photo Agency via A
Formasi parade terlihat menjelang parade militer yang menandai peringatan kekalahan Nazi di Lapangan Merah di Moskow, Rusia. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW  -- Rusia memberlakukan tindakan pengamanan besar-besaran sebelum peringatan tahunan yang menandai kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II pada Selasa (9/5/2023). Pemerintah membatasi penggunaan drone dan layanan ride-sharing di kota-kota terbesarnya.

Sekitar 21 kota Rusia membatalkan parade militer 9 Mei untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun terakhir. Pejabat daerah menyalahkan masalah keamanan yang tidak ditentukan atau secara samar merujuk pada situasi saat ini untuk pembatasan dan pembatalan.

Baca Juga

Pekan lalu, Rusia diguncang laporan resmi yang ambigu bahwa dua pesawat tak berawak Ukraina terbang ke jantung Moskow dalam kegelapan dan mencapai Istana Kremlin sebelum ditembak jatuh. Media dan pejabat lokal menuduh serangan drone sporadis lainnya, terutama yang menargetkan depot minyak di dekat perbatasan kedua negara, pada militer Ukraina. Pejabat Kiev menolak mengomentari klaim tersebut.

Ketakutan akan kemungkinan serangan Ukraina tampak nyata, meskipun pawai akan berlangsung di kota-kota terbesar Rusia, seperti Moskow dan St. Petersburg. Namun penggunaan drone telah dilarang di kedua kota tersebut sebelum Hari Kemenangan.

Pemerintah Kota Petersburg melarang penggunaan jet ski di bagian kota tertentu hingga Rabu (10/5/2023). Di ibu kota Rusia, layanan berbagi mobil untuk sementara dilarang dari pusat kota dengan pengemudi tidak akan dapat memulai atau menyelesaikan perjalanan di sana saat persiapan parade Lapangan Merah dipersiapkan.

Laporan awal menyatakan, hanya satu pemimpin asing yang diharapkan menghadiri parade Moskow tahun ini, yaitu Presiden Kyrgyzstan Sadyr Zhaparov yang tiba pada Senin (8/5/2023) dan bertemu dengan Presiden Rusia Valdimir Putin untuk melakukan pembicaraan.

Kehadiran Zhaparov adalah peningkatan, karena tahun lalu tidak ada pemimpin yang ikut dalam acara itu. Kremlin pada saat itu mengatakan, tidak mengundang siapa pun karena itu bukan peringatan besar.

Kabar terbaru menyatakan, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dan Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon akan bergabung dengan Putin dan Zhaparov. Mereka akan bergabung bersama dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Pemimpin Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

Media Belarusia mengatakan pada Senin malam, Presiden Alexander Lukashenko telah tiba di Moskow untuk menghadiri pawai tersebut. Kehadirannya penting karena Rusia menempatkan pasukan dan senjata di Ukraina di Belarusia, dan Putin mengatakan pada Maret, bahwa senjata nuklir taktis akan ditempatkan di sana.

Pashinyan dan Tokayev adalah pilihan yang mengejutkan untuk daftar tamu karena di masa lalu mereka menyimpang dari kebijakan Putin. Kazakhstan dan Armenia, meskipun sekutu Rusia, belum secara terbuka mendukung perang di Ukraina.

Tokayev telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di telepon beberapa kali selama invasi. Sedangkan Tokayev mengatakan kepada Putin musim panas lalu, bahwa Kazakhstan tidak akan mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina yang diduduki Rusia sebagai negara merdeka.

Armenia adalah anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif yang didominasi Rusia. Hanya saja Pashinyan menghina Moskow awal tahun ini dengan menolak menjadi tuan rumah latihan militer aliansi tersebut.

sumber : AP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement