Kamis 18 May 2023 22:07 WIB

Utusan Khusus Cina Bertemu Zelenskyy

Utusan Cina dan Zelenskyy membahas cara-cara untuk menghentikan agresi Rusia.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Reiny Dwinanda
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyanyikan lagu kebangsan saat berkunjung ke stasiun kereta Trostianets di wilayah Sumy, Ukraina, Selasa (28/3/2023). Zelenskyy telah bertemu dengan utusan Cina untuk membahas cara-cara menghentikan agresi Rusia.
Foto: AP Photo/Efrem Lukatsky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyanyikan lagu kebangsan saat berkunjung ke stasiun kereta Trostianets di wilayah Sumy, Ukraina, Selasa (28/3/2023). Zelenskyy telah bertemu dengan utusan Cina untuk membahas cara-cara menghentikan agresi Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina mengatakan pada Kamis (18/5/2023), bahwa utusan khusus Li Hui bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama pembicaraan di Kiev awal pekan ini. Kunjungan itu menyusul panggilan telepon sebelumnya antara Zelenskyy dan Presiden Cina Xi Jinping.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin mengatakan, pertemuan itu terjadi di tengah diskusi antara Li dan menteri luar negeri Ukraina serta pejabat pemerintah lainnya.

Baca Juga

"Tidak ada obat untuk menyelesaikan krisis ini. Semua pihak harus menciptakan kondisi yang menguntungkan dan mengumpulkan rasa saling percaya untuk penyelesaian politik," ujar Wang.

Selama dua hari, menurut Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam sebuah pernyataan, Li dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba membahas cara-cara untuk menghentikan agresi Rusia. Kuleba memberi pengarahan kepada mantan duta besar Cina untuk Rusia.

"Ini tentang prinsip memulihkan perdamaian yang stabil dan adil berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina," ujar Kementerian Luar Negeri Ukraina.

Menurut pernyataan itu, Kuleba mengulangi posisi pemerintahnya bahwa Ukraina tidak akan menerima proposal apa pun yang melibatkan hilangnya wilayahnya atau pembekuan konflik. Pemerintah Xi mengatakan netral dan ingin menjadi mediator dalam konflik yang berjalan selama 15 bulan, tetapi telah mendukung Rusia secara politik dan ekonomi.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement