Ahad 04 Jun 2023 21:37 WIB

160 Tahanan Palestina Dalam Kondisi Kritis di Penjara Israel

700 tahanan Palestina yang sakit, 160 di antaranya dalam kondisi kritis

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
700 tahanan Palestina yang sakit berada di penjara-penjara Israel, termasuk 160 orang dalam kondisi kritis
Foto: AP/Sebastian Scheiner
700 tahanan Palestina yang sakit berada di penjara-penjara Israel, termasuk 160 orang dalam kondisi kritis

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Direktur Pusat Studi Tahanan Palestina, Riyadh Al-Ashqar, mengungkapkan bahwa 700 tahanan Palestina yang sakit berada di penjara-penjara Israel, termasuk 160 orang dalam kondisi kritis dan 20 orang yang menderita kanker.

"Musa Sofan, yang telah dipenjara selama 20 tahun dan menderita kanker, termasuk di antara para tahanan yang sakit di dalam penjara Israel," kata Al-Ashqar, dilansir dari Middle East Monitor, Sabtu (3/6/2023).

Baca Juga

Ia menuduh pihak berwenang Israel tidak memberikan kesempatan kepada Sofan untuk mendapatkan perawatan medis yang layak. Al-Ashqar menambahkan Dinas Penjara Israel terus mencegah pembebasan Sofan untuk berobat dan menolak hak untuk sehatnya. "Lebih baik meninggal di antara kerabatnya daripada meninggal di penjara," ujarnya.

Mengenai pengadilan Israel, yang menolak pembebasan Walid Dagga seorang tahanan Palestina yang sakit parah, Al-Ashqar mengatakan pengadilan tidak melihat kemungkinan untuk membebaskannya atau tidak, tetapi apakah pengadilan memiliki yurisdiksi untuk menangani kasusnya atau tidak.

Al-Ashqar menjelaskan bahwa Dagga dikembalikan ke Penjara Al-Ramlah di bawah klaim yang tidak berdasar. Pihak Israel beralasan Dagga menderita penyakit aneh, dengan menyatakan "ia akan meninggal dengan lambat."

Dia menggambarkan keadaan Dagga di penahanan dengan kondisi "sangat sulit." Dan menunjukkan bahwa pemerintah Israel, terutama Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir secara langsung menghasut pengadilan untuk menghukumnya dan meminta pengadilan untuk tidak menyelidiki kasusnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement