Selasa 06 Jun 2023 11:20 WIB

Indonesia dan Australia Perkuat Pertahanan di Tengah Kekhawatiran Dominasi Cina

Hubungan Indonesia-Australia seringkali mengalami berbagai pasang surut.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Bendera Australia dan Indonesia. Ilustrasi.
Foto: brecorder.com
Bendera Australia dan Indonesia. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Australia Richard Marles bertemu mitranya dari Indonesia pada Senin (5/6/2023), untuk memperdalam hubungan keamanan. Penguatan hubungan keamanan kedua negara ini di tengah aktivitas China yang semakin kukuh di kawasan Indo-Pasifik.

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mengatakan dia dan Marles membahas cara-cara untuk memfasilitasi kerja sama militer antara kedua negara. "Kerja sama antara Indonesia dan Australia dapat memberikan kontribusi penting bagi perdamaian dan stabilitas regional," kata Prabowo, seraya menambahkan kedua pemerintah sepakat untuk lebih memperkuat hubungan keamanan mereka.

Baca Juga

Hal ini, termasuk pelatihan militer bersama di Australia dan pendidikan taruna Indonesia di akademi Australia. Pertukaran militer antara kedua negara tetangga ini sebelumnya telah mencakup kontraterorisme dan perlindungan perbatasan.

Marles menolak memberikan komentar kepada media setelah bertemu dengan Subianto. Dia berjanji dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta menjelang pembicaraan untuk memperdalam keterlibatan pertahanan dengan tetangga terdekat Australia.

"Saya berharap dapat memajukan kemitraan strategis yang komprehensif selama kunjungan saya di Jakarta," kata Marles dalam pernyataan tersebut.

Tetangga Australia yang dikenal dengan negara kepulauan dengan lebih dari 270 juta penduduk, Indonesia sering ditampilkan sebagai salah satu sekutu strategis Australia yang paling penting. Namun hubungan kedua negara tersebut seringkali mengalami berbagai pasang surut.

Ketidakharmonisan hubungan baru-baru ini termasuk tuduhan penyadapan oleh Direktorat Sinyal Australia pada tahun 2013. Australia berusaha menyadap panggilan telepon pribadi Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, istrinya, dan pejabat senior lainnya.

Selain itu, penerapan hukuman mati oleh Indonesia terhadap penyelundup narkoba asal Australia juga menjadi catatan dan kasus-kasus penyelundupan manusia.

Pada 2017, Indonesia menangguhkan sementara kerja sama militer dengan Australia, termasuk pelatihan bersama, pendidikan, pertukaran perwira, dan kunjungan resmi kenegaraan. Hal ini karena adanya dugaan penghinaan terhadap ideologi negara Indonesia "Pancasila" dan militer Indonesia di pangkalan militer Australia.

Pada September 2021, Indonesia mengajukan protes diplomatik terhadap Australia karena lambat dalam memberikan informasi tentang kegiatannya dalam pakta trilateral AUKUS. Kelompok baru yang dibentuk ini melibatkan Amerika Serikat dan Inggris, termasuk rencana pembelian kapal selam bertenaga nuklir oleh Australia.

Tahun lalu, Australia, bersama dengan Jepang dan Singapura, untuk pertama kalinya bergabung dalam latihan tempur gabungan tahunan Indonesia-Amerika Serikat yang disebut Super Garuda Shield, yang merupakan latihan terbesar sejak latihan ini dimulai pada tahun 2009.

Latihan yang diperluas ini dipandang oleh Cina sebagai ancaman. Media pemerintah Cina menuduh AS membangun aliansi Indo-Pasifik yang mirip dengan NATO untuk membatasi pengaruh militer dan diplomatik Cina yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Marles tiba di Jakarta pada hari Senin setelah menghadiri forum keamanan tahunan Shangri-La Dialogue di Singapura. Marles menggambarkan komunikasi Australia tentang program kapal selam bertenaga nuklir sebagai model transparansi militer. Dan ia mengatakan Cina perlu menawarkan penjelasan strategis tentang ekspansi militernya.

Marles, yang juga merupakan wakil perdana menteri Australia, akan mengunjungi Vanuatu setelah Indonesia.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement