Senin 12 Jun 2023 11:31 WIB

Arab Saudi akan Hidupkan Kembali Jalur Sutra

Arab Saudi berupaya memperkuat hubungan perdagangan dengan Cina.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Arab Saudi mengumumkan akan menghidupkan kembali Jalur Sutra.
Foto: Wikipedia
Arab Saudi mengumumkan akan menghidupkan kembali Jalur Sutra.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi mengumumkan akan menghidupkan kembali Jalur Sutra. Pengumuman yang disampaikan di sela pertemuan Konferensi Bisnis Arab-Cina di Riyadh ini dianggap sebagai upaya Arab Saudi memperkuat hubungan perdagangan dengan Cina.

Dalam pertemuan itu Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan Arab Saudi dapat menjadi pintu masuk bagi Cina ke dunia Arab saat perekonomian terbesar kedua dunia ingin meningkatkan perdagangan dengan kawasan. Arab Saudi mencakup 25 persen dari 432 miliar dolar AS perdagangan Cina dengan negara-negara Arab.

Al-Falih mengatakan inisiatif ini sejalan dengan visi masa depan Arab Saudi yang ingin mendiversifikasi ekonominya dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan keterampilan anak muda. Volume perdagangan Arab Saudi dan Cina pada 2022 mencapai 106 miliar dolar AS, naik 30 persen dari 2021.

Al-Falih menambahkan, hubungan Arab Saudi dan Cina tumbuh "berkali-kali lipat" dalam beberapa puluh tahun.  "Kini kami berkomitmen untuk bekerja sebagai jembatan yang akan menghubungkan dunia Arab dengan Cina," kata Al-Falih di Konferensi Bisnis Arab-Cina, seperti dikutip Arab News, Senin (12/6/2023).

"Cina berperan sebagai pemimpin dalam kemajuan teknologi dan inovasi, kami di dunia Arab, memiliki tekad, sumber daya manusia dan modal moneter untuk mendukung bidang ini," tambah Al-Falih.

Di acara yang sama, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan perusahaan-perusahaan Cina memiliki banyak kesempatan untuk berinvestasi di negara-negara Arab. Sementara kawasan dapat menggunakan keterampilan teknis Cina untuk membangun masa depan yang lebih baik.

"Teknologi dan kompetensi Cina akan membuat kami dapat membangun masa dan perekonomian untuk generasi berikutnya," kata Faisal menambahkan.

Pangeran Faisal menekankan tumbuhnya perdagangan negara-negara Arab dan Cina tahun lalu hingga 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Faisal mengatakan perekonomian terbesar kedua di dunia itu mitra dagang terbesar negara-negara Arab.

Menteri luar negeri menambahkan, kegiatan seperti Konferensi Bisnis Arab-Cina akan memperkuat hubungan dagang antara kawasan.

"Berkumpulnya kami hari ini adalah kesempatan untuk bekerja memperkuat hubungan historis Arab-Cina, dan membangun masa depan bersama untuk era baru yang akan membawa kebaikan bagi rakyat kami, menjaga perdamaian dan pembangunan di dunia," kata Pangeran Faisal di hari pertama Konferensi Bisnis Arab-Cina.

Ia juga mencatat kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke Riyadh pada 2022 memainkan peran penting memperkuat hubungan memperkuat antara Arab Saud dan Cin.a

"Keberhasilan kunjungan Xi Jinping, Presiden Cina, ke Riyadh pada 2022 memperdalam hubungan antara dua negara di semua sektor dan bidang; politik, ekonomi, investasi serta komersial," kata Faisal.

Wakil ketua Komite Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina Nasional, Hu Chunhua, mengatakan perdagangan antara negara-negara Arab dan Cina tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi global. "Ini adalah putaran ke-10 Belt and Road Initiative (BRI). Negara-negara Arab merupakan mitra alam inisiatif ini karena lokasi geografi mereka," katanya.

BRI merupakan inti kebijakan luar negeri Presiden Xi yang fokus pada pembangunan infrastruktur global yang diadopsi Cina pada tahun 2013 lalu. Proyek ini telah berinvestasi ke lebih dari 150 negara dan organisasi internasional

Konferensi Bisnis Arab-Cin ke-10 digelar Kementerian Investasi dan Luar Negeri Arab Saudi bekerja sama dengan Sekretariat Jenderal Liga Arab, Dewan untuk Promosi Perdagangan Internasional Cina, dan Kamar Dagang Arab.

Pertemuan bisnis dua hari ini diharapkan dapat menarik lebih dari 2.000 peserta. Dalam kegiatan itu juga menggelar 20 diskusi yang melibatkan para CEO, pengusaha, investor, dan pejabat pemerintah yang berbagi pandangan mereka untuk memperkuat hubungan perdagangan antara kawasan dan Cina.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement