Senin 12 Jun 2023 19:57 WIB

Pasukan Ukraina Rebut Empat Desa di Wilayah Pendudukan Rusia

Tiga desa yang berhasil direbut terletak di tepi wilayah Donetsk.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Seorang tentara Ukraina menembakkan mortir ke posisi Rusia di garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 29 Mei 2023.
Foto: AP Photo/Efrem Lukatsky
Seorang tentara Ukraina menembakkan mortir ke posisi Rusia di garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 29 Mei 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Ukraina mengatakan pada Senin (12/6/2023), bahwa pasukannya telah merebut kembali desa keempat di sekelompok pemukiman Rusia di tenggara. Momen tidak biasanya sehari setelah melaporkan keuntungan kecil pertama dari serangan balasan terhadap pasukan Rusia.

Tentara mengibarkan bendera Ukraina di Storozheve di wilayah Donetsk dalam rekaman video daring yang tidak diverifikasi. Menteri pertahanan berterima kasih kepada Separate Brigade of Marines ke-35 karena telah mendapatkan kembali kendali atas desa tersebut.

Baca Juga

Ukraina mengatakan pada Ahad (11/6/2023), pasukannya telah membebaskan tiga desa, yaitu  Blahodatne, Neskuchne dan Makarivka. Ketiga desa itu terletak di tepi wilayah Donetsk di sebelah wilayah Zaporizhzhia. Storozheve bersebelahan dengan Blahodatne.

Kemajuan yang dilaporkan, jika dikonfirmasi, ditambah dengan Makarivka sekitar lima km dari garis depan. Makarivka berjarak 90 km dari tepi selatan jembatan darat Rusia di Laut Azov.

Beberapa narasumber militer terkemuka Rusia mengatakan, pertempuran untuk Makarivka masih berkecamuk, tetapi memastikan bahwa pasukan Ukraina telah merebut Blahodatne dan Neskuchne. Rusia telah membangun benteng yang luas untuk mempertahankan diri dari serangan pasukan Ukraina yang dilatih dan diperlengkapi oleh Barat.

Staf umum angkatan bersenjata Ukraina mengatakan dalam pembaruan pertempuran reguler, bahwa 25 pertempuran berkecamuk dalam 24 jam sebelumnya. Pertempuran ini terjadi di dekat Bakhmut, Avdiivka, dan Maryinka di wilayah Donetsk, dan dekat Bilohorivka di wilayah Luhansk.

Juru bicara komando militer timur Ukraina Serhiy Cherevatyi mengatakan, pasukan Ukraina terus melakukan serangan balik di sisi Bakhmut dan mendorong pasukan Rusia mundur hingga 700 meter di sana. Rusia mengatakan pihaknya merebut kota yang hancur itu bulan lalu setelah beberapa pertempuran paling berdarah dalam invasi skala penuh pada Februari 2022.

Kedua belah pihak mengatakan pasukan mereka telah menimbulkan kerugian besar satu sama lain selama seminggu terakhir. Ukraina memberlakukan operasional senyap yang ketat untuk merebut kembali petak-petak tanah di timur dan selatan. Tindakan ini mengancam jembatan darat yang digunakan Rusia untuk memasok semenanjung Krimea yang diduduki.

Sedangkan Rusia telah menggambarkan pergerakan itu sebagai kegagalan sejauh ini. Rusia memposting gambar kendaraan tempur dan tank buatan Amerika Serikat dan Jerman yang hancur. Sedangkan media tidak dapat memverifikasi situasi di medan perang.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement