Selasa 13 Jun 2023 10:55 WIB

Seluk-beluk Tentara Bayaran Chechnya yang Gantikan Wagner Group

Karena narsisme di medsos, tentara bayaran Chechnya dijuluki pejuang Tiktok

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov mencoba menampilkan tentaranya sebagai patriot Rusia, yang dengan sukarela dan efektif menjalankan tugas tempur.
Foto: Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo v
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov mencoba menampilkan tentaranya sebagai patriot Rusia, yang dengan sukarela dan efektif menjalankan tugas tempur.

REPUBLIKA.CO.ID, GROZNY -- Pejuang dari batalyon Chechnya telah muncul sebagai tokoh perang Ukraina yang paling dipuji oleh media. Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, mencoba menampilkan tentaranya sebagai patriot Rusia, yang dengan sukarela dan efektif menjalankan tugas tempur.

Namun, kenyataannya mereka adalah tentara bayaran dari berbagai daerah, baik yang direkrut secara paksa sebagai hukuman atas berbagai pelanggaran maupun diiming-imingi uang. Mereka disebut kurang mampu melakukan tugas pertempuran nyata, tetapi rajin membuat dan mengunggah video "gaya Rambo".

Baca Juga

Dalam laporan the Insider pada Agustus 2022, seorang sumber yang bertempur dalam pasukan Kadyrov mengatakan, mereka diperlakukan seperti umpan meriam oleh tentara dan mereka yang ingin meninggalkan pasukan akan dibunuh atau disiksa.

Prajurit Tiktok

Tidak ada unit militer Rusia lainnya yang memiliki juru kamera sebanyak pasukan Kadyrov. Juru kamera profesional masing-masing menangani dua kamera. Mereka merekam prestasi kemenangan The 141st Special Motorized Regiment atau dikenal sebagai Kadyrovites, setiap hari.  

Pasukan Kadyrov dibedakan oleh peralatan mahal, penampilan brutal, dan teriakan mencolok "Akhmat adalah kekuatan!". Bahkan, ketika bertempur, setiap pasukan Kadyrovite yang disorot kamera ke arahnya wajib menyapa dan meyakinkannya bahwa dia menjalankan perintah pimpinan.

Karena narsisme dan hasrat mereka yang tak henti-hentinya untuk jejaring sosial, pasukan Kadyrov dijuluki "pejuang Tiktok".  Sebagian besar video menunjukkan pasukan Kadyrovites menembaki jendela gedung tinggi yang kosong, menembaki rel kereta api karena suatu alasan, atau menyelamatkan warga sipil dari ruang bawah tanah.

Pada kenyataannya, tentara bayaran Kadyrov hampir tidak diperlengkapi untuk operasi militer yang sebenarnya. Mereka tidak memiliki senjata berat, tidak ada artileri, tidak ada kekuatan udara. Mereka hanya bisa menyerbu wilayah yang telah direbut, dan meneror warga sipil.  

Kisah sadis Mongush dari batalion Akhmat baru-baru ini menyiksa seorang tahanan Ukraina di depan kamera. Ini adalah salah satu contoh bahwa pasukan Kadyrov terlibat dalam banyak kejahatan perang, seperti pembantaian Bucha. Karena sama sekali tidak siap untuk perang yang sebenarnya, mereka sendiri sering menderita kerugian besar. Misalnya, pada hari-hari pertama invasi Rusia ke Ukraina, konvoi mereka diserang oleh drone Bayraktar, dan puluhan tentara bayaran Chechnya terbunuh.

Baca Juga: Rusia Ganti Wagner Group dengan Prajurit Tiktok

Eksploitasi mereka juga disiarkan di televisi lokal dan difilmkan oleh tim juru kamera dari Perusahaan Penyiaran Radio dan Televisi Negara Chechnya. Bahkan, pihak Rusia sering menyuarakan skeptisisme tentang kesiapan tempur Kadyrovites. Komandan batalion Vostok dari Donetsk, Alexander Khodakovsky, mengatakan, pasukan Kadyrovites atau pasukan Akhmat hanya cocok untuk operasi lapis kedua dan ketiga, yaitu untuk membersihkan wilayah pendudukan dan memeriksa identitas.

“Komandan menjelaskan dirinya sendiri atas kata-katanya yang ceroboh tentang pejuang Chechnya yang berpartisipasi dalam operasi khusus di Ukraina. Ternyata dia membuat asumsi berdasarkan informasi palsu. Tapi, sekarang setelah melihat pejuang kami dalam pertempuran, Alexander (Khodakovsky) secara pribadi yakin akan profesionalisme tinggi mereka,” tulis Kadyrov di saluran Telegramnya.

Bukan Jihad

Kadyrovites adalah tentara bayaran tertinggi di Chechnya. Pihak berwenang siap membayar banyak uang agar orang setuju untuk berperang di Ukraina.  Selama perang Chechnya pertama dan kedua, otoritas separatis Ichkeria tidak membayar milisi, tetapi tidak pernah ada kekurangan orang yang bersedia memperjuangkan ide tersebut.  

Tidak seperti pasukan Ichker, pasukan Kadyrov tidak bersemangat untuk berperang, dan mereka pergi ke Ukraina demi uang yang telah dijanjikan. Tetapi, tidak semua orang mendapatkan apa yang dijanjikan. Oleh karena itu, beberapa pejuang yang kembali dari Ukraina mengunggah pesan video terbuka, dengan mengatakan bahwa tunjangan sosial mereka dicabut dan perawatan medis ditolak.

Baca Juga: Kelompok Wagner Tolak Teken Kontrak Militer dengan Kemhan Rusia

Pihak berwenang mencoba meyakinkan pasukan Kadyrov bahwa berperang di Ukraina adalah hal yang benar dari sudut pandang Islam. Misalnya, Mufti Chechnya, Salah Mezhiev, dan beberapa teolog kesayangan Kadyrov telah mengakui bahwa partisipasi dalam perang melawan Ukraina adalah jihad. Kadyrov sering mengatakan bahwa perang di Ukraina adalah tugas suci semua Muslim.

Namun, orang-orang di Chechnya tampaknya tidak percaya pada kebenaran perang di Ukraina. Melalui telepon, kerabat para pejuang meminta agar mereka tidak mempertaruhkan nyawa. Mereka berkata, "Ini bukan perang kami, dan kami tidak membutuhkannya." 

Sebagai tanggapan, orang Kadyrov dengan rela berbicara tentang tentara Ukraina. Menurut mereka, Ukraina berjuang sangat keras tanpa memberi mereka istirahat. Secara harfiah, semua tentara Chechnya mengatakan, mereka tetap berada di belakang formasi tentara Rusia lainnya.

Bayaran besar...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement