Selasa 13 Jun 2023 20:15 WIB

Pejabat Fatah Puji Cina Karena Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina

Presiden Palestina melakukan lawatan selama tiga hari ke Cina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas melakukan lawatan ke Cina selama tiga hari mulai Selasa (13/6/2023).
Foto: AP/Jacquelyn Martin/POOL AP
Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas melakukan lawatan ke Cina selama tiga hari mulai Selasa (13/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Anggota Komite Pusat Fatah Abbas Zaki mengatakan, kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Cina akan meletakkan dasar bagi hubungan bilateral kedua negara. Abbas telah tiba di Beijing untuk memulai lawatannya selama tiga hari pada Selasa (13/6/2023).

Zaki mengungkapkan, hubungan Cina dan Palestina sudah seperti ikatan saudara. Kedua negara selalu saling mendukung kepentingan inti masing-masing. “Cina selalu mendukung pembentukan negara merdeka Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan berdasarkan garis perbatasan 1967,” ujar Zaki dalam sebuah wawancara dengan Xinhua yang dipublikasikan, Senin (12/6/2023).

Baca Juga

Menurut Zaki, Cina pun selalu mendukung perekonomian Palestina. “Cina selalu mengambil posisi mendukung perjuangan Palestina, baik di PBB maupun dalam hal menyediakan dukungan pada rakyat Palestina,” ucapnya.

Dia mengatakan, Palestina menghargai seruan Cina untuk penyelesaian isu Palestina yang adil dan komprehensif di PBB serta level lainnya. Dalam wawancara dengan Xinhua, Zaki pun mengisyaratkan rasa pesimistis bahwa Amerika Serikat (AS) dapat diandalkan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Menurut Zaki, AS secara konsisten menunjukkan bias dan standar ganda dalam masalah Palestina. Dia berpendapat Washington telah menghambat kemajuan pemulihan hak-hak sah rakyat Palestina. Ketika AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017, Palestina segera mundur dari proses negosiasi perdamaian dengan Israel yang dimediasi Washington.

Zaki menyambut keberhasilan Cina dalam mendorong Arab Saudi dan Iran mencapai rekonsiliasi pada Maret lalu. “Saya sangat senang melihat Cina lebih terlibat dalam urusan Timur Tengah setelah KTT Cina-Arab tahun lalu dan berkontribusi dalam mendekatkan kembali Arab Saudi serta Iran,” katanya.

Pekan lalu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Cina Wang Wenbin mengungkapkan, masalah Palestina adalah inti dari persoalan di Timur Tengah. Penyelesaian isu Palestina pun penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan serta kesetaraan dan keadilan global. “Cina selama ini dengan tegas mendukung rakyat Palestina untuk memulihkan hak-hak nasional mereka yang sah,” ujar Wang pada Jumat (9/6/2023) lalu, dikutip laman resmi Kemenlu Cina.

Wang mengungkapkan, selama ini Presiden Cina Xi Jinping pun telah menunjukkan keinginannya untuk membantu penyelesaian konflik Israel-Palestina. “Lebih dari sekali dia (Xi Jinping) mengajukan proposal Cina untuk menyelesaikan masalah Palestina, menekankan perlunya memajukan penyelesaian politik berdasarkan solusi dua negara dan mengintensifkan upaya internasional untuk perdamaian,” ucapnya.

“Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Cina akan terus bekerja dengan komunitas internasional untuk solusi yang komprehensif, adil dan bertahan lama untuk masalah Palestina sejak dini,” kata Wang menambahkan.

Pada April lalu, Wang sempat menyampaikan, negaranya siap memfasilitasi pembicaraan damai antara Israel dan Palestina. Wang meyakinkan bahwa negaranya tak memiliki kepentingan apa pun terkait isu Palestina.

“Cina mendorong Palestina dan Israel menunjukkan keberanian politik dan bergerak menuju dimulainya kembali pembicaraan damai. Cina siap memberikan fasilitas untuk tujuan itu,” kata Wang dalam pengarahan pers reguler, 18 April 2023 lalu.

Dia menekankan, jalan keluar mendasar dari konflik Israel-Palestina adalah melanjutkan pembicaraan damai dan menerapkan solusi dua negara. “Tidak ada kata terlambat untuk melakukan hal yang benar,” ucapnya.

Wang menegaskan Cina tak memiliki kepentingan tersendiri dalam isu Palestina. “Cina tidak memiliki kepentingan egois dalam masalah Palestina. Kami berharap kedua belah pihak (Israel-Palestina) dapat hidup berdampingan secara damai dan mempertahankan perdamaian serta stabilitas regional,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement