Kamis 15 Jun 2023 06:14 WIB

Jill Biden Kaget Pendukung Partai Republik Masih Jagokan Trump

Pendukung Partai Republik tidak peduli dengan kasus hukum yang menjerat Trump.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Jill Biden mengaku terkejut karena sebagian besar pendukung Partai Republik masih menjagokan Donald Trump
Foto: AP
Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Jill Biden mengaku terkejut karena sebagian besar pendukung Partai Republik masih menjagokan Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Jill Biden mengaku terkejut karena sebagian besar pendukung Partai Republik masih menjagokan Donald Trump dalam pilpres 2024 setelah dijatuhi dakwaan federal. Jill mengatakan kepada para donor Partai Demokrat bahwa pemilu 2024 menghadirkan pilihan antara kepemimpinan yang kuat dan mantap dari Presiden Joe Biden, atau kekacauan korupsi, kebencian dan perpecahan dari Republik.

Ibu negara, yang berbicara kepada sekelompok kecil pendukung Demokrat di sebuah apartemen di Upper East Side Manhattan, mengatakan, dia terkejut melihat tajuk utama yang menggambarkan mayoritas Republikan dalam jajak pendapat masih berencana untuk memilih Trump. Jill mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak peduli dengan kasus hukum yang menjerat Trump.

Baca Juga

“Mereka tidak peduli dengan tuduhan itu. Jadi itu sedikit mengejutkan. Kita tidak bisa kembali ke  hari-hari kelam itu," ujar Jill.

Jill memulai kampanye penggalangan dana pada Senin (12/6/2023) di New York City. Dia dijadwalkan untuk mengadakan acara di San Francisco dan Los Angeles. Seperti pada kampanye 2020 dan 2022, Jill Biden akan aktif dalam siklus pemilu 2024. Dia membantu Partai Demokrat membangun sumber daya dan infrastrukturnya sambil mengingatkan para pendukung tentang apa yang dipertaruhkan.

“Kami tahu apa yang akan terjadi dengan MAGA Republicans. Kami tahu karena kami telah menjalaninya. Kami telah melihatnya. Kami tahu bagaimana rasanya melihat kebijakan Amerika Serikat dan pengumuman penting lainnya diumumkan lewat Twitter," ujar Jill.

Jill tidak menyebut nama Trump secara langsung. Tetapi merujuk pada kebiasaan Trump mengumumkan kebijakan, menghina pemimpin dan negara asing, dan bahkan memecat staf lewat Twitter.

Jill secara luas dipandang oleh lembaga politik sebagai salah satu aset terkuat suaminya, Presiden AS Joe Biden. Konsultan dan lembaga survei Demokrat mengatakan, orang-orang melihat Jill sebagai seseorang yang dapat mereka kenal, bahkan mungkin mengingatkan mereka pada guru favorit mereka. Jill merupakan seorang profesor bahasa Inggris di perguruan tinggi komunitas.

“Beberapa orang pergi ke penggalangan dana kepresidenan karena itu perlu. Orang-orang pergi ke penggalangan dana Jill Biden karena mereka ingin mendengar kabar darinya," kata Bob Mulholland, ahli strategi kampanye Demokrat.

Penasihat kampanye senior, Elizabeth Alexander mengatakan, kemampuan dan kehangatan Jill untuk mendekati pemilihan Demokrat membuatnya menjadi pembawa pesan yang efektif di jalur kampanye. Pengalaman Jill sebagai guru selama 30 tahun membuat pembawaannya sangat mengayomi.

“Seperti yang telah dia lakukan untuk semua kampanye kepresidenan suaminya, dia akan terus menjadi kehadiran yang tangguh. Kehangatan dan kemampuannya untuk mendekati dikombinasikan dengan 30 tahun lebih pengalamannya sebagai guru kelas, membuatnya menjadi pembawa pesan yang efektif di jalur kampanye," ujar Alexander.

Ahli strategi Republik, Doug Heye menyatakan, dia belum benar-benar mendengar nama Jill Biden muncul dalam percakapan di sisi politik itu.

“Ibu negara cenderung tidak berpolitik," kata Heye.

Heye mengatakan, istri presiden umumnya disukai oleh pemilih independen dan partai politik harus berhati-hati dalam mencoba menjadikan mereka sebagai target. “Jika Anda mengkritik ibu negara, itu bisa menjadi bumerang,” kata Heye.

Awal tahun ini, Jill Biden mengatakan kepada The Associated Press bahwa suaminya memiliki lebih banyak hal yang ingin dia lakukan untuk rakyat Amerika. "Dia bilang dia belum selesai. Dia belum menyelesaikan apa yang dia mulai. Dan itulah yang penting," ujar Jill.

Ibu negara berusia 72 tahun itu berpartisipasi dalam hampir 40 kampanye dan acara penggalangan dana pada musim gugur 2022. Dia berpartisipasi di lebih dari selusin negara bagian untuk kandidat Demokrat.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement