Ahad 25 Jun 2023 13:55 WIB

Beijing Izinkan 20 Wisatawan Jepang Kunjungi Xinjiang

Xinjiang merupakan daerah yang banyak dihuni etnis minoritas Muslim Uighur.

Sebanyak 30 cendekiawan Muslim dari 14 negara mayoritas Muslim mengunjungi Kota Tua Kashgar, di Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, Cina, 10 Januari 2023. Xinjiang juga menjadi tujuan wisata turis Jepang.
Foto: Kementerian Luar Negeri China
Sebanyak 30 cendekiawan Muslim dari 14 negara mayoritas Muslim mengunjungi Kota Tua Kashgar, di Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, Cina, 10 Januari 2023. Xinjiang juga menjadi tujuan wisata turis Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Otoritas Cina di Beijing mengizinkan 20 wisatawan Jepang untuk mengunjungi Daerah Otonomi Xinjiang, daerah yang banyak dihuni etnis minoritas Muslim Uighur. Kunjungan wisata ke Cina diizinkan kembali setelah tertunda selama satu tahun akibat kebijakan antipandemi Covid-19 yang ketat di negara itu.

"Rombongan pertama wisatawan kini telah memulai kunjungan. Yang pasti, mereka akan merasakan pengalaman di sana dan tidak lagi salah paham," kata Konsul Jenderal China di Osaka Xue Jian, seperti dikutip media setempat, Ahad (25/6/2023).

Baca Juga

Dengan biaya sebesar 327 ribu yen (sekitar Rp34,2 juta) per orang, para wisatawan dari Osaka itu mengunjungi lima kota di Xinjiang, yakni Urumqi, Turban, Aksu, Korla, dan Kashgar. Konsulat Jenderal Cina di Osaka menerbitkan surat pemberitahuan pada 2 Desember 2021 tentang dibukanya akses kunjungan wisata ke Xinjiang setelah pandemi Covid-19 berakhir.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement