Kamis 29 Jun 2023 09:34 WIB

Wakil Wali Kota Helsinki Tertangkap Basah Coret-Coret Terowongan Kereta Api

Arhinmaki tertangkap basah sedang menyemprot cat grafiti di terowongan kereta api

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Wakil wali kota ibu kota Finlandia Paavo Arhinmaki ertangkap basah sedang menyemprot cat grafiti di terowongan kereta api akhir pekan lalu.
Foto: AP
Wakil wali kota ibu kota Finlandia Paavo Arhinmaki ertangkap basah sedang menyemprot cat grafiti di terowongan kereta api akhir pekan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, HELSINKI -- Wakil Wali Kota Ibu Kota Finlandia, Paavo Arhinmaki, menghadapi kemungkinan tindakan hukum dan desakan mengundurkan diri. Konsekuensi ini setelah tertangkap basah sedang menyemprot cat grafiti di terowongan kereta api akhir pekan lalu.

Pria berusia 46 tahun dan seorang temannya ditangkap oleh penjaga di sebuah terowongan rel di timur Helsinki tepat setelah mereka menyelesaikan grafiti pada pekan lalu. Menurut ahli seni jalanan Finlandia terlihat sebagian terinspirasi oleh karya-karya yang terlihat di New York City pada 1970-an.

Surat kabar terbesar Finlandia Helsingin Sanomat menerbitkan foto grafiti skala besar itu. Badan Infrastruktur Transportasi Finlandia mengatakan pada Rabu (28/6/2023), pembersihan grafiti yang dilukis secara ilegal oleh salah satu dari empat wakil wali kota Helsinki ini menelan biaya kota sekitar 3.500 euro.

Polisi sedang menyelidiki tindakan tersebut sebagai perusakan dan gangguan lalu lintas kereta api, yang harus dihentikan sementara karena insiden tersebut. Terowongan rel digunakan oleh kereta kargo yang berjalan ke dan dari pelabuhan Helsinki. Belum jelas apakah Arhinmaki akan menghadapi tuntutan hukum.

Dalam sebuah postingan Facebook pada akhir pekan, Arhinmaki yang dikenal sebagai pendukung kuat seni jalanan dan seniman grafiti pada masa mudanya meminta maaf. Dia mengakui tindakan tersebut merupakan kebodohan.

Arhinmaki adalah mantan anggota parlemen dan ketua Aliansi Kiri. Dia menjabat sebagai menteri kebudayaan dan olahraga pada 2011-2014.

“Saya telah melakukan kejahatan dan memikul tanggung jawab penuh untuk itu,” kata Arhinmaki mengakui kesalahan meski menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Kasus tersebut telah menyebabkan kegemparan dan perdebatan di antara warga Helsinki di media sosial. Mayoritas mengutuk , walau beberapa juga ada yang memberikan dukungan untuk tindakan wakil walikota yang bertanggung jawab atas urusan budaya dan rekreasi di kota berpenduduk 650 ribu jiwa.

Ibu kota Finlandia menghabiskan sekitar 650 ribu euro setiap tahun untuk menghapus grafiti ilegal di seluruh kota. Saat ini pemerintah kota sedang berusaha untuk membangun situs tambahan untuk seni jalanan.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement