Sabtu 01 Jul 2023 01:00 WIB

Surat Kabar Tertua di Dunia Tutup Edisi Cetak Harian

Surat kabar ini pertama kali diluncurkan pada 8 Agustus 1703.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Suratkabar (Ilustrasi). Salah satu surat kabar tertua di dunia Wiener Zeitung yang berbasis di Wina, Austria, mengakhiri cetakan hariannya pada Jumat (30/6/2023).
Foto: BBC
Suratkabar (Ilustrasi). Salah satu surat kabar tertua di dunia Wiener Zeitung yang berbasis di Wina, Austria, mengakhiri cetakan hariannya pada Jumat (30/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Salah satu surat kabar tertua di dunia Wiener Zeitung yang berbasis di Wina, Austria, mengakhiri cetakan hariannya pada Jumat (30/6/2023). Penutupan media cetak ini setelah lebih dari tiga abad bertahan.

"320 tahun, 12 presiden, 10 kaisar, 2 republik, 1 surat kabar,” ujar tulisan halaman depan terakhir edisi cetak media tersebut.

Baca Juga

Surat kabar ini pertama kali diterbitkan dengan nama Wiennerisches Diarium. Surat kabar tersebut dibuat untuk memberikan penjelasan yang bijaksana tentang berita yang 'tanpa polesan pidato atau puitis' ketika diluncurkan pada 8 Agustus 1703.

Wiener Zeitung yang dimiliki oleh pemerintah Austria walau tetap independen secara editorial. Surat kabar ini dianggap sebagai publikasi berkualitas dengan berbagai artikel yang mencakup berita, budaya, dan bisnis dalam dan luar negeri.

Media ini mengalami penurunan pendapatan yang tajam setelah aturan baru diterapkan. Baru-baru pemerintah mencabut persyaratan bagi perusahaan untuk membayar dalam menerbitkan perubahan pada pendaftaran komersial dalam edisi cetak. Mereka terpaksa memangkas 63 pekerjaan dan mengurangi staf editorialnya hampir dua pertiga menjadi 20 orang saja.

Meski edisi cetak telah ditutup, Wiener Zeitung akan terus beroperasi secara daring dan merencanakan edisi cetak bulanan. Dalam edisi cetak harian terakhirnya, surat kabar tersebut mewawancarai salah satu sosok paling terkenal Austria, aktor yang berubah menjadi politisi Arnold Schwarzenegger.

Schwarzenegger menyesalkan bahwa surat kabar ini tidak seperti karakter 'Terminator'  yang terkenal. Media itu tidak akan dapat menggunakan frasa 'Saya akan kembali' sebagai moto untuk masa depannya. 

sumber : AP
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement