Kamis 06 Jul 2023 13:16 WIB

16 Orang Tewas Akibat Kebocoran Gas Beracun di Afrika Selatan

Gas yang bocor merupakan gas nitrat beracun yang digunakan oleh penambang ilegal.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Korban tewas (ilustrasi). Sedikitnya 16 orang tewas akibat kebocoran gas nitrat beracun yang digunakan oleh penambang ilegal di pemukiman padat pada Rabu (5/7/2023).
Foto: www.123rf.com
Korban tewas (ilustrasi). Sedikitnya 16 orang tewas akibat kebocoran gas nitrat beracun yang digunakan oleh penambang ilegal di pemukiman padat pada Rabu (5/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Sedikitnya 16 orang, termasuk tiga anak, tewas akibat kebocoran gas nitrat beracun yang digunakan oleh penambang ilegal untuk memproses emas di pemukiman padat pada Rabu (5/7/2023) malam. Layanan darurat awalnya mengumumkan bahwa sebanyak 24 orang mungkin tewas di pemukiman Angelo di Boksburg, yaitu sebuah kota di pinggiran timur Johannesburg.  

Tetapi polisi dan Perdana Menteri Provinsi Gauteng, Panyaza Lesufi kemudian mengatakan jumlah kematian telah dikonfirmasi sebanyak 16 orang setelah penghitungan ulang. Lesufi mengunjungi lokasi kejadian untuk meninjau situasi.

Baca Juga

"Itu sama sekali bukan pemandangan yang bagus. Itu menyakitkan, menguras emosi dan tragis," kata Lesufi.

Jenazah para korban masih tergeletak di tanah beberapa jam setelah kebocoran dilaporkan sekitar pukul 20.00 malam, sembari menunggu layanan darurat, penyelidik forensik, dan ahli patologi. Para jenazah terpantau masih ada di lokasi hingga jam 3 pagi.

“Kami tidak bisa memindahkan siapa pun. Jenazah masih berada di tempat,” kata juru bicara layanan darurat William Ntladi.

Seorang penyelidik forensik terlihat menutupi jasad seorang anak kecil dengan selimut. Sementara jasad lainnya terlihat ditutupi kain putih. Polisi mengatakan tiga anak yang tewas berusia 1 tahun, 6 tahun, dan 15 tahun. Dua orang dibawa ke rumah sakit untuk perawatan karena mengalami luka-luka.

Ntladi mengatakan kematian tersebut disebabkan oleh gas nitrat yang bocor dari tabung gas yang disimpan di gubuk. Dia mengatakan, tabung telah dikosongkan dan tim dapat mulai menjelajahi area dengan luas 100 meter untuk mencari lebih banyak korban.

Para penyelidik sedang mencari melalui gang-gang sempit di antara gubuk-gubuk, yang diliputi kegelapan karena kurangnya lampu jalan. Ini adalah situasi umum di permukiman kumuh yang sangat miskin di sekitar kota-kota Afrika Selatan. Enam mobil polisi, satu kendaraan lapis baja, dan satu ambulans diparkir di pintu masuk pemukiman Angelo.

Ntladi menyatakan, otoritas informasi telah mengindikasikan silinder yang menyebabkan kebocoran itu digunakan oleh penambang liar untuk memisahkan emas dari kotoran dan batu. Pihak berwenang tidak mengatakan apakah penambang liar yang mereka yakini bertanggung jawab atas kebocoran gas termasuk di antara para korban.

Penambangan ilegal tersebar luas di daerah kaya emas di sekitar Johannesburg. Kematian akibat penambangan di bawah tanah juga umum terjadi.

Departemen pemerintah Afrika Selatan yang bertanggung jawab atas pertambangan baru-baru ini mengumumkan, setidaknya 31 penambang ilegal diyakini tewas dalam ledakan gas di bekas tambang di Kota Welkom di Afrika Selatan bagian tengah.  Penyebabnya adalah gas metana.

Tragedi pada Rabu kemungkinan akan memicu lebih banyak kemarahan pada penambang ilegal, yang seringkali merupakan pendatang dari negara tetangga. Mereka beroperasi dalam geng terorganisir dan kerap dituding membawa kejahatan ke lingkungan sekitar.

Kekerasan terhadap penambang ilegal meletus tahun lalu dan berkecamuk selama berhari-hari di daerah barat Johannesburg. Sekelompok 80 pria, yabg beberapa di antaranya diyakini sebagai penambang ilegal, didakwa memperkosa delapan wanita secara beramai-ramai yang sedang mengerjakan syuting acara televisi di sebuah tambang bekas.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement