Sabtu 08 Jul 2023 12:35 WIB

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan berkunjung ke Indonesia

Blinken akan berpartisipasi dalam Pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri AS-ASEAN

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akan berkunjung ke Jakarta, Indonesia.
Foto: Olivier Douliery/Pool via AP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akan berkunjung ke Jakarta, Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akan berkunjung ke Jakarta, Indonesia. Ia akan berpartisipasi dalam Pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri AS-ASEAN (U.S.-ASEAN Foreign Ministers’ Meeting).

Blinken juga akan menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur (East Asia Summit Foreign Ministers’ Meeting), dan Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum).

Dalam siaran persnya, Sabtu (8/7/2023) Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pada setiap pertemuan, Blinken akan menekankan komitmen Amerika Serikat pada sentralitas ASEAN dan dukungan untuk Kemitraan Strategis Komprehensif antara ASEAN-AS. Beliau akan membahas kerja sama ekonomi, usaha global melawan perubahan iklim, krisis yang sedang berlangsung di Burma, situasi di Laut China Selatan, dan perang Rusia melawan Ukraina.

Blinken Menlu juga akan berpartisipasi dalam Dialog Strategis AS-Indonesia yang kedua bersama mitranya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. Sebelum perjalanannya ke Indonesia, Blinken akan menemani Presiden Joe Biden dalam kunjungannya ke Inggris dan Lituania untuk pertemuan NATO pada 9-12 Juli.

Pada Jumat (7/7/2023) Retno menggelar konferensi pers mengenai pertemuan ASEAN Ministerial Meeting/Post Ministerial Conference (AMM/PMC). Retno mengatakan pertemuan ini Akan diikuti oleh 29 negara, ditambah Sekretariat ASEAN dan partisipasi dari Uni Eropa.

"Tingkat kehadiran pada tingkat Menlu sangat tinggi, meski beberapa hari sebelum pertemuan, akan berlangsung pertemuan tingkat Menteri NATO di Vilnius. Hingga hari ini sudah terdaftar 1.165 delegasi dan 493 wartawan yang akan hadir di rangkaian AMM/PMC," kata Retno dalam konferensi pers itu.

Retno mengatakan pertemuan empat hari akan digelar 18 pertemuan. Ia menambahkan selain memimpin berbagai pertemuan AMM/PMC, Retno akan menggelar berbagai pertemuan bilateral.

Sejauh ini, terindikasi 13 pertemuan bilateral. Namun, tentunya angka ini masih akan terus bergerak, disesuaikan dengan dinamika di lapangan dan alokasi waktu," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement