Ahad 09 Jul 2023 14:42 WIB

PKS Kirim Surat Resmi ke Dubes Swedia Soal Pembakaran Alquran

PKS mengirimkan surat resmi ke Dubes Swedia terkait kasus pembakaran Alquran.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bilal Ramadhan
Demonstran menginjak bendera tiruan Swedia saat  demo terhadap pembakaran salinan Alquran di Swedia, di Karachi, Pakistan. PKS mengirimkan surat resmi ke Dubes Swedia terkait kasus pembakaran Alquran.
Foto: EPA/ SHAHZAIB AKBER
Demonstran menginjak bendera tiruan Swedia saat demo terhadap pembakaran salinan Alquran di Swedia, di Karachi, Pakistan. PKS mengirimkan surat resmi ke Dubes Swedia terkait kasus pembakaran Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI mengirimkan surat resmi ke Duta Besar Swedia di Jakarta. Ini sebagai bentuk protes atas aksi pembakaran kitab suci Alquran yang belum lama terjadi di Stockholm.

Surat berkop Fraksi PKS itu ditandatangani oleh Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini dan Sekretaris Fraksi, Ledia Hanifa Amaliah. Jazuli mengatakan, surat mewakili kekecewaan masyarakat atas aksi intoleran dan provokatif.

Baca Juga

Apalagi, insiden tersebut bukan pertama kali terjadi di Swedia sebagai bentuk tanggung jawab Fraksi PKS atas ketertiban dan perdamaian dunia, Maka, Fraksi PKS mengirim surat resmi ke Duta Besar Swedia di Jakarta.

"Fraksi PKS berharap kerja sama Indonesia dan Swedia semakin kuat, termasuk dalam upaya mempromosikan ketertiban dan perdamaian dunia," kata Jazuli, Ahad (9/7).

Jazuli yang merupakan Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia (IIFP) menyatakan, ada tiga tujuan surat resmi tersebut. Pertama, protes dan menyampaikan kekecewaan atas aksi yang melukai perasaan umat Islam.

Surat PKS mewakili keprihatinan dan kekecewaan umat Islam di Indonesia dan dunia. Kedua, sebagai negara sahabat, FPKS mendorong Swedia untuk mengambil langkah tegas dan konkrit agar aksi serupa tidak terjadi lagi.

Ketiga, FPKS mengingatkan penting kesadaran dan tanggung jawab bersama seluruh negara dan warga dunia untuk mewujudkan dunia damai, tenang, aman dan kondusif. Karenanya, penting melawan segala bentuk aksi intoleransi.

"Sebaliknya, warga dunia harus mengedepankan rasa tanggung jawab, saling menghormati dan menghargai, serta toleransi atas berbagai perbedaan khususnya soal agama dan keyakinan," ujar Jazuli.

Dalam suratnya, FPKS berpendapat, peradaban dunia tidak bisa dibangun di atas dasar kebencian dan intoleran. Lalu, sikap hipokrit bukan ekspresi kebebasan bertanggung jawab dan tidak mencerminkan peradaban modern.

FPKS menyatakan dengan tegas tidak ada kebebasan yang melanggar dan menghina hak asasi orang lain. Kebebasan itu harus ada batas agar tidak melanggar hak asasi orang lain demi menjaga ketertiban dan perdamaian.

"Fraksi PKS akan terus mendorong langkah terpadu dan kolektif mencegah terulang pembakaran Alquran di Swedia dan di negara lain, salah satunya menggalang dukungan dan gerakan bersama Inter-Parliamentary Union (IPU)," kata Jazuli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement