Rabu 12 Jul 2023 09:30 WIB

Di KTT NATO, Turki Menang Banyak

KTT NATO menjadi ajang barter bagi Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bersama PM Swedia, Ulf Kristersson serta NATO Jens Stoltenberg di KTT NATO
Foto: EPA-EFE/FILIP SINGER
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bersama PM Swedia, Ulf Kristersson serta NATO Jens Stoltenberg di KTT NATO

REPUBLIKA.CO.ID, VILNIUS -- Pertemuan negara-negara anggota NATO di Lithuania menjadi ajang barter bagi Turki. Dalam pertemuan tersebut sejumlah keinginan Turki ada kemungkinan terpenuhi atau setidaknya dikaji kembali.

Pertama, terkait keinginan Swedia untuk bergabung dengan NATO. Upaya Swedia masih terganjal oleh penentangan Turki. Penolakan Turki atas masuknya Swedia ke NATO terkait dengan kebijakan negara tersebut atas kelompok milisi Kurdi, seperti Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Baca Juga

Ankara menuding Swedia dan negara tetangganya Finlandia tak mendukung upaya perlawanan terhadap PKK dan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG). Turki diketahui telah menetapkan dua kelompok tersebut sebagai organisasi teroris. Berbeda dengan Swedia, Turki telah memberi persetujuan bagi keanggotaan Finlandia. Helsinki resmi menjadi anggota ke-31 NATO pada April lalu.

Pada 6 Juli 2023 lalu, perwakilan menteri luar negeri Turki dan Swedia melakukan pertemuan. Namun Swedia gagal meyakinkan Turki untuk menerima keanggotaan Stockholm di NATO.

Demi menyenangkan Turki, Swedia pun mengesahkan Undang-Undang anti-teror. RUU kontraterorisme itu akan menargetkan pembiayaan, bantuan, dan penyebaran kelompok teroris. Termasuk bepergian ke luar negeri untuk bergabung atau membantu kelompok teroris juga akan dihukum.

Kedua, terkait pembelian pesawat tempur F-16 dari AS. Turki menyampaikan keinginan pembelian pesawat F-16 buatan Lockheed Martin Corp dan hampir 80 kit untuk modernisasi pesawat yang sudah tua kepada AS dengan nilai 20 miliar dolar AS pada Oktober 2021 lalu.

Presiden AS Joe Biden menyatakan akan terus mendorong penjualan pesawat tempur F-16 ke Turki. Ia bertekad menekankan sikapnya ini dalam konsultasi dengan Kongres yang selama ini belum menyetujui penjualan pesawat tersebut ke Turki.

‘’Presiden Joe Biden sudah jelas sikapnya, ia mendukung penjualan dan pengiriman tersebut,’’ kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, Selasa (11/7/2023) menjelang pertemuan para pemimpin negara NATO di Vilnius, Lithuania.

Selama ini, pembelian pesawat tempur F-16 dari AS terganjal Kongres yang memberikan sejumlah catatan yaitu soal catatan HAM Turki yang dianggap buruk.

Ketiga, terkait dengan keanggotaan Turki di Uni Eropa. Untuk pertama kalinya, Turki menyinggung keanggotaannya di Uni Eropa sebagai bagian dari barter keanggotaan Swedia di NATO.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan mendukung aksesi Swedia ke Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun langkah tersebut bakal diambil jika Uni Eropa memulai kembali proses pembicaraan tentang keanggotaan di perhimpunan Benua Biru.

“Pertama, buka jalan untuk keanggotaan Turki di Uni Eropa, dan kemudian kami akan membukanya untuk Swedia, sama seperti kami membukanya untuk Finlandia,” kata Erdogan sebelum bertolak ke Vilnius, Lithuania, untuk menghadiri KTT NATO, Senin (10/7/2023), dikutip Al Arabiya.

“Saya ingin menggarisbawahi satu kenyataan. Turki telah menunggu di pintu depan Uni Eropa selama 50 tahun. Hampir semua anggota NATO adalah anggota Uni Eropa. Saya sekarang berbicara kepada negara-negara ini, yang membuat Turki menunggu lebih dari 50 tahun, dan saya akan berbicara kepada mereka lagi di Vilnius,” tambah Erdogan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement